Umat Hindu Transmigran
Umat Hindu Transmigran di Desa Lalosingi Sulawesi Tenggara Gotong Royong Membangun Sekolah Hindu. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pendidikan berbasis kehinduan menjadi sangat penting diperoleh sejak dini, tidak hanya mendapatkan teori pendidikan secara formal namun yang paling terpenting adalah membentuk karakter peserta didik dengan nilai-nilai kehinduan yang kita miliki. Memberikan pemahaman sejak dini akan menguatkan sradha dan bhakti peserta didik untuk meyakini ajaran agama yang ia miliki.

Selain itu, memiliki pemahaman kehinduan akan memberikan nilai tambah pada peserta sehingga lebih mampu memilah hal-hal yang baik dan tidak baik dilakukan. Kondisi keumatan, khususnya Hindu saat ini harus mendapatkan perhatian besar agar tidak tergerus dengan segala kemajuan dan teknologi yang berkembang begitu cepat. Begitu banyak permasalahan keagamaan muncul akibat kurangnya penanaman ajaran kehinduan sejak usia dini, sehingga lebih banyak umat Hindu yang beragama hanya mengikuti apa yang sudah dilakukan oleh orangtua dan leluhurnya tanpa memahami hakikat mendalam dari sebuah agama.

Baca Juga :  Sanjaya Apresiasi Warga Sesandan yang Bersatu Membangun Tempat Ibadah

Melihat perkembangan ini, umat Hindu yang berada di Desa Lalosingi, Kecamatan Mowila, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara yang dipelopori oleh Putu Arya Dharma alumni IHDN Denpasar bersama-sama membangun TK berbasis Kehinduan (Pratama Widya Pasraman) dengan semangat gotong royong.

Putu Arya Darma, S.Pd.H., yang sekaligus merupakan Ketua Yayasan menyampaikan pembangunan TK ini merupakan titik awal pembangunan pusat pendidikan Hindu di Sulawesi Tenggara, pembangunan TK ini telah mendapat bantuan dari Bimas Hindu Provinsi Sulawesi Tenggara dan sejumlah pihak.

Namun demikian masih perlu adanya uluran tangan donatur untuk menyelesaikan pembangunan gedung agar lebih layak dan nyaman digunakan.

“Bagi Bapak/Ibu yang ingin membantu dalam membangun SDM Hindu dapat menyalurkan bantuan melalu rekening BRI Paud Bhuana Sastra 7393-01-017428-53-0,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bupati Sanjaya: Ngenteg Linggih di Banjar Sakeh Bukti Sinergi Masyarakat dengan Pemerintah

Dikatakan membangun sekolah Hindu membutuhkan tenaga ekstra, tidak mudah diwujudkan. Umat Hindu yang sebagian besar merupakan transmigrasi dari Bali yang berada di Desa Lalosingi dengan penuh semangat gotong royong meluangkan waktu secara bergantian membatu pembangunan sekolah ini.

Pembangunan sekolah ini diharapkan mendapatkan dukungan dari seluruh pihak agar unat Hindu yang berada di luar Bali ke depan juga mendapatkan pengetahuan keagamaan yang mapan dan akan berguna selama masa hidupnya. (bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini