KECAK
Keramaian penonton di Kecak Uluwatu, Minggu (1/5/2022). Sumber Foto : @punapibali

BALIPORTALNEWS.COMPerayaan Idul Fitri 2022 berbeda dari beberapa tahun belakangan ini, pasalnya seluruh masyarakat Indonesia sudah kembali melakukan aktifitas Idul Fitri seperti sebelum pandemi Covid-19 terjadi. Aktifitas-aktifitas seperti mudik ke kampung halaman, berlibur ke destinasi wisata, ziarah ke makam keluarga, bertamu ke sanak saudara, dll, dilakukan dengan mudah tanpa merasa kesulitan dengan aturan-aturan yang berlaku. Hal ini menjadikan salah satu awal kebangkitandan perputaran perekonomian seluruh masyarakat Indonesia khususnya Bali.

Kunjungan ke Bali

Bali sebagai salah satu daerah yang menjadi tujuan wisata juga merasakan dampak positif dengan meriahnya perayaan Idul Fitri kali ini. Menurut data statistik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai melayani 343.104 penumpang selama hari libur Idul Fitri. Ramainya kunjungan ke Bali secara nyata dapat dirasakan seluruh masyarakat yang tinggal di Bali. Hal pertama yang menjadi perhatian dilihat dari kondisi jalan di Bali yang mulai macet sejak hari Sabtu, 30 Maret 2022. Kemacetan ini terjadi daerah Sanur, Kuta, Seminyak, Canggu, dan Ubud, daerah tersebut yang merupakan pusat kunjungan wisata para wisatawan.

Baca Juga :  Pastikan Arus Mudik Lancar, Pemkab Tabanan Bersama Forkopimda Pantau Arus Mudik

Disusul kemudian mulai Minggu, 1 April pelabuhan Sanur-Nusa Penida juga dipenuhi pengunjung yang ingin menyebrang menuju Nusa Lembongan dan Nusa Penida. Kemudian, terlihat dari kios-kios di sekitar Jalan Pantai Legian yang awalnya tutup, sejak mulai cuti Idul Fitri mulai kembali buka. Beberapa sumber juga menyebutkan kunjungan hotel daerah Nusadua naik mencapai 60%.

Dampak Positif

Ramainya kunjungan ke Bali di cuti Idul Fitri ini berdampak positif bagi pelaku Ekonomi Kreatif di beberapa sektor yaitu; sektor seni pertunjukan, fesyen, kuliner, dan kriya. Pada sektor seni pertunjukan beberapa kelompok seni yang merasakan dampak positifnya adalah Kelompok Kecak Uluwatu dan Kelompok Fire Dance Namaste Entertainment. Kedua kelompok ini dengan kompak mengatakan libur Idul Fitri terisi penuh dengan pentas. Pimpinan Namaste Entertainment, Gede Wira mengatakan bahwa panggilan pentas di beberapa hotel naik secara signifikan, sebelum cuti lebaran hanya pentas 1 bulan sekali dan sekarang seminggu penuh dengan pentas, menurutnya pemasukan kelompok naik mencapai 80% walau bayaran pementasan tidak sebanyak sebelum pandemi.

Baca Juga :  Libur Lebaran, Tingkat Hunian Rata-rata The Nusa Dua Capai 69 Persen

Sektor kuliner paling berdampak adalah wisata seafood di sepanjang Pantai Jimbaran. Kepadatan pengunjung selalu terjadi di jam makan malam, hal tersebut dikarenakan wisatawan ingin menikmati makanan sambil melihat pemandangan matahari terbenam. Selain itu, seafood Jimbaran juga terkenal dikalangan wisatawan karena rasa dan bahan makanan yang segar hasil tangkapan nelayan yang merupakan penduduk sekitar. Pemilik Resto Bela Seafood mengatakan bahwa omset selama cuti Idul Fitri naik 2 kali lipat.

Produk kuliner lain yang ramai peminat adalah makanan-makanan ringan yang bisa dibawa ke daerah asalnya, contohnya saja pie susu. Idul Fitri tahun ini produsen pie susu banjir orderan hingga 34.000 pie per harinya. Selan pie susu digunakan sebagai oleh-oleh beberapa peminat juga menjadikan pie sebagai hampers yang dikirimkan ke sanak saudara dan teman-teman yang merayakan hari Idul Fitri. Para pekerja pembuat pie diminta lembur hinggan H+3 Idul Fitri.

Sektor fesyen dan kriya yang mengalami dampak positif bagi pelaku ekonomi kreatif hanya terlihat pada penjualan pusat oleh-oleh Bali. Pusat oleh-oleh disepanjang Jalan Sunset Road, Badung dipenuhi dengan wisatawan yang berbelanja baju-baju khas Bali dan souvenir khas Bali. Baju-baju yang bertuliskan kata-kata bijak, baju kaos I Love Bali, daster, dan kain-kain pantai merupakan produk terlaris. Hasil kriya dari kerajinan seniman Bali seperti wood carving, tas anyaman rotan, dan topeng sebagai hiasan dinding juga menjadi produk terlaris bagi wisatawan yang digunakan untuk kenang-kenangan dan oleh-oleh. Beberapa pelaku usaha wood carving di daerah Gianyar mengatakan pesanan dari pusat oleh-oleh meningkat sejak H-7 Idul Fitri, pihak pusat oleh-oleh mengaku menyediakan stok lebih untuk jaga-jaga minat konsumen yang membludak.

Jimbaran
Pengunjung resto di Jimbaran, Sabtu (7/5/2022). Sumber Foto : @punapibali

Cuti Idul Fitri ini merupakan awal bangkitnya perekonomian masyarakat Bali. Seluruh pelaku usaha yang merasakan dampak positif ini sangat bersyukur dapat melihat Bali seperti sebelum pandemi. Bali yang awalnya sepi pengunjung tiba-tiba kembali beraktifitas normal menjadi semangat baru bagi pelaku usaha lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan usahanya. (Ni Wayan Ria Andayani, Mahasiswa Magister Tata Kelola Seni ISI Yogyakarta)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini