Rizma Rachmayanti,
Rizma Rachmayanti, Sosok Kartini Masa Kini yang Menginspirasi. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Kalau selama ini wanita identik dengan tugas yang lebih ringan, lain halnya yang diemban Rizma Rachmayanti Pravanta, SH. Wanita 26 tahun itu memilih berkarier di jalur yang tak biasa.

Dengan gagahnya, dia memegang peran penting dalam ketahanan negara yang dibawahi institusi Tentara Nasional Indonesia menjadikannya sosok Kartini masa kini yang menginspirasi banyak orang.

Perjuangannya tak bisa dipandang sebelah mata. Kisahnya bisa menjadi inspirasi bagi kita semua, bahwa perempuan harus kuat dan tangguh, baik secara fisik maupun psikis. Berawal dari cita-citanya sejak tamat SMA, Rizma, begitu sapaan akrabnya, memimpikan menjadi seorang anggota Tentara Nasional Indonesia sejak tamat SMA. Impiannya itu dipengaruhi oleh Kakeknya yang Pensiunan TNI Angkatan Darat dengan Pangkat Peltu

“TNI itu gagah banget, apalagi kalau perempuan apalagi kalau mengunakan pakaian Dinas Loreng (PDL),” paparnya.

Ia berujar memakai seragam loreng hijau akan menjadikannya terlihat makin kharismatik. Apalagi cita-citanya itu didukung penuh oleh kedua orangtua dan keluarga besarnya. Bukan cuma menjadi seorang anggota TNI, ternyata Rizma yang memiliki hobi olahraga cabang Bulutangkis, yang akhirnya cukup membantu untuk menjaga kondisi dan stamina.

Setiap detik adalah perjuangan keras dan air mata, usai menempuh pendidikan tingkat tinggi, Rizma mulai mempersiapkan diri menjadi seorang perwira. Setiap pagi dan sore, ia melatih fisiknya dengan lari sekitar 10 kilometer di pinggiran Pantai Biaung, tak hanya itu, dia juga berlatih sit up, push up, berenang, chinning, dan sebagainya.

Baca Juga :  Jalin Komunikasi Antar Komponen Bangsa Lainnya, Kodim1611/Badung Gelar Pembinaan Komunitas TA. 2020

Perjuangannya tak sia-sia. Dia akhirnya lolos satu-satunya wanita pada ujian menjadi calon Perwira Prajurit Karir (PaPK) TNI pada Desember 2018 Matra Laut (TNI AL) pun menyelesaikan pendidikan di Lembah Tidar pada 9 Juli 2019 dengan pangkatnya sebagai Letnan Dua KH/w Rizma Rahmayanti Pravanta, SH., mendadak mendapat penugasan pada Bantuan Hukum (Bagkum) Kodiklatal sebagai Ka Taud Bantuan hukum.

Dia mengungkapkan rasa yang campur aduk. Senang, sedih, bangga, terbebani, dan sebagainya. Bangga karena impian sejak SMA akhirnya berhasil dia wujudkan sendiri. Sedih karena akan jauh dari orangtua dan keluarga tercinta. Sekaligus merasa memikul beban berat karena tugas seorang Angkatan Laut bukan sekedar simbol.

“Kadang rasanya ingin berhenti di sini karena saking beratnya. Tapi, diingat lagi, ada keluarga dan teman-teman yang selalu mendukung,” kata Alumni Fakultas Hukum UNDIKNAS itu.

Baca Juga :  1.000 Prajurit Korem 163/Wira Satya Disiapkan Jadi Tracer Kontak Erat Covid-19

“Awal-awal di sini, hampir setiap hari dijalani dengan penuh cerita yang tak terlupakan suka duka dijalani bersama, kangen orangtua, karena mengikuti pendidikan yang cukup berat di lembah Tidar, Magelang,” tambahnya.

Selalu bersyukur dan tahu kuncinya Bagaimana mempersiapkan diri

Sejak berperan sebagai TNI Angkatan Laut, Rizma menjadi pribadi yang mulai belajar religius. Dia sangat dekat dengan Tuhan. Satu-satunya komunikasi yang bisa menenangkan hari-harinya, kata dia.

“Intinya harus selalu bersyukur, cuma itu yang bisa bikin kita kuat dan tenang,” ujarnya.

Perempuan kelahiran Denpasar, 16 Pebruari 1996 itu mulai bisa berdamai dengan dirinya sendiri. Dia menyadari ada banyak hal baru yang bisa dipelajari sejak jadi TNI AL. Kini, ia bertugas di Bantuan Hukum Kodiklatal Surabaya, sebagai Ka Taud Bagkum kodiklatal, Surabaya.

Setiap hari, dia menemui banyak kendala dan kesulitan. Salah satunya dituntut memiliki fisik yang sangat kuat, sama seperti laki-laki, baik dalam bertugas di kantor, mau pun di lapangan. Tapi, berkat keuletan dan kejujurannya, dia berhasil menyelesaikan setiap tantangan dengan baik.

Baca Juga :  Jelang Hari Raya Idul Fitri, Tim Yustisi Jembrana Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Sejumlah Tempah Ibadah

Mengutamakan kepentingan negara di atas kehidupan pribadi merupakan sebuah tantangan berikutnya, dimana dia harus selalu memprioritaskan kepentingan negara di atas kehidupan pribadi.

Bagaimana kamu memandang sebagai seorang perempuan?

Perempuan adalah makhluk berharga yang istimewa. Dia sendiri merasa beruntung dilahirkan sebagai perempuan. Sebab, laki-laki tidak memiliki keistimewaan yang dimiliki perempuan. Menurut anak kedua dari dua bersaudara itu, perempuan harus bisa menjaga harga dirinya di mana pun berada.

“Karena perempuan bisa melahirkan generasi bangsa yang berguna. Dari tangannya, dia bisa menciptakan anak-anak yang terdidik dan berakhlak baik,” tuturnya.

Menurut dia, keistimewaan lain sebagai perempuan adalah sering mendapat kemudahan dalam segala urusan. Sayangnya, kata Rizma, masih banyak yang meremehkan derajat dan kemampuan perempuan.

“Sering dipandang sebagai sosok yang lemah, dilecehkan laki-laki, sering dianggap sebagai makhluk yang sensitif. Padahal kepekaan perempuan memang tinggi,” katanya.

Rizma menuturkan sebagai perempuan, ia ingin menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain dan negara. Meski seorang perempuan, ia yakin akan banyak perubahan di dalam semua sistem, termasuk negara. Selamat Hari Kartini Pejuang Bangsa, Habis Gelap Terbitlah Terang. (aar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini