Maggot
Hebat! Mahasiswa Magister Teknologi Pangan FTP Unud Sulap Maggot Menjadi Chips. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Mahasiswa program studi magister teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana atas nama I Gusti Ayu Krisma Widya Saraswati dan I Gede Arie Mahendra Putra berkolaborasi dengan PT. Bala Biotech Indonesia melakukan penelitian tentang pembuatan Chips berbahan dasar Maggot.

Maggot atau dalam penyebutan lain disebut dengan belatung merupakan larva dari jenis lalat Black Soldier Fly (BSF) atau Hermetia Illucens dalam bahasa Latin. Maggot kaya dengan kandungan protein. Biasanya maggot digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pakan seperti pakan ikan, pupuk dan lainnya.

Baca Juga :  Sosialisasikan Produksi Bibit Kentang, Pascasarjana bersama Fakultas MIPA Unud Gelar Pengabdian Masyarakat di Desa Candikuning

PT Bala Biotech Indonesia (BALA) merupakan perusahaan yang berorientasi pada jasa pengolahan limbah berteknologi ramah lingkungan dengan menerapkan prinsip 3R yaitu: Pengurangan (Reduce), Daur ulang (Recycle), Penggunaan kembali (Reuse). Sehingga limbah mempunyai nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan kembali.

I Kadek Alamsta Suarjuniarta selaku CEO mengatakan bahwa kolaborasi yang diadakan ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi positif yang diharapkan dapat mengedukasi masyarakat terkait pemanfaatan maggot sebagai Chips kaya protein.

“Maggot yang digunakan merupakan maggot hasil budidaya dan ternak sendiri. Kolaborasi penelitian ini dibiayai oleh ASMI (Akselerasi Start Up Mahasiswa Indonesia),” terangnya, Selasa (8/3/2022).

Penelitian yang dilakukan yaitu mengubah maggot menjadi tepung maggot dan menggunakan substitusi tepung maggot sebagai bahan dasar untuk membuat chips maggot. Penelitian ini dibimbing oleh Dosen Fakultas Teknologi Pertanian yaitu Ibu Dr. Ir. Luh Putu Wrasiati, M.P.

Baca Juga :  Cegah Pengaruh Radikalisme di Kampus, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Bali Kunjungi Universitas Udayana

Tentunya, harapannya penelitian ini akan terus dilanjutkan dan dikembangkan agar dapat memastikan keamanan dari produk yang dihasilkan. Dan diharapkan nantinya banyak masyarakat yang mulai terbuka dan teredukasi dengan kandungan protein yang tinggi yang ada pada maggot.(unud.ac.id/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini