
BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Kehamilan bagi seorang perempuan yang sudah menikah adalah suatu proses alami yang sangat dinantikan. Lantas bagaimana mengetahui seorang itu sudah hamil atau belum dan kapan waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan awal kehamilan?
Dokter Spesialis Kandungan RSU GarbaMéd, dr. Made Oka Widiabdi Husada, Sp.OG, mengatakan, pemeriksaan kehamilan awal ini tidak bisa dilepaskan dari siklus menstruasi seseorang.
“Jika siklus menstruasi teratur, maka pemeriksaan bisa dilakukan 6-12 hari dari proses konsepsi atau dua Minggu setelah jadwal menstruasi lewat tetapi perempuan ini tidak mendapat menstruasi,” jelasnya, Senin (24/1/2022) kemarin.
Pemeriksaan awal yang bisa digunakan adalah pemeriksaan air kencing dengan menggunakan alat tes yang bisa dibeli bebas di apotik. Adapun tujuan dari pemeriksaan dari pemeriksaan ini adalah untuk menditeksi kadar hormon Beta hCG (Human chorionic gonadotropin) di dalam darah. Untuk tesnya sendiri dr. Oka menyarankan untuk melakukan tes pada pagi hari, karena konsentrasi dari hormon Beta hCG ini masih sangat tinggi.
Apa itu hormon Beta hCG? dr. Oka menjelaskan, hormon Beta hCG adalah hormon yang diproduksi oleh plasenta. Hormon ini sudah bisa dideteksi ketika seorang wanita sudah tidak mengalami menstruasi setelah lewat waktunya. Dan kadar hormon ini akan terus meningkat jika usia kehamilan memasuki Minggu ke-18 dan setelah itu, konsentrasi hormon ini akan kembali menurun.
Setelah pemeriksaan awal dan dinyatakan positif hamil, selanjutnya diperlukan pemeriksaan USG, nah kapan waktu yang tepat dilakukan pemeriksaan USG? Pemeriksaan USG ini bisa dilakukan empat Minggu pertama masa kehamilan.
Pemeriksaan USG tahap awal ini sangat penting dilakukan karena berfungsi untuk menentukan apakah seseorang itu hamil atau tidak, selanjutnya adalah bisa untuk menentukan umur kehamilan (berlaku bagi perempuan dengan siklus menstruasi yang tidak teratur).
“Sehingga dokter bisa menentukan perkiraan kapan bayi tersebut dilahirkan sesuai dengan kondisi janin yang ada di dalam rahim ibunya,” tambahnya.
Sebaiknya pemeriksaan USG ini rutin dilakukan setelah pemeriksaan USG pertama. Karena melalui USG dikatakan dr. Oka, dokter dan keluarga bayi bisa melihat perkembangan janin di dalam rahim sang ibu. (agni/bpn)












