Vaksin Anak
Gubernur Koster Tinjau Kick Off Vaksinasi Covid-19 Anak Usia 6-11 Tahun di SDN 1 Besakih. Sumber Foto Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Gubernur Bali, Wayan Koster meninjau kick off vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun di SDN 1 Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem pada Rabu (15/12/2021).

Acara kick off vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun di SDN 1 Besakih dihadiri juga oleh Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa, Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suastika, dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Ketut Suarjaya.

Dari 83 anak yang berusia 6-11 tahun mendapatkan vaksinasi di SDN 1 Besakih, salah satu siswa, Ni Komang Ayu Pradita Putri mengaku yakin dan tidak sakit setelah divaksin.

“Tidak sakit kok setelah disuntik vaksin, karena Saya tidak takut, dan sebelumnya dapat istirahat yang cukup serta sudah sarapan,” kata Ni Komang Ayu Pradita Putri yang didampingi orang tuanya.

Gubernur Bali, Wayan Koster dalam tinjauannya ke SDN 1 Besakih langsung memberikan semangat kepada anak-anak siswa yang sedang menerima vaksin jenis sinovac.

“Harus berani biar sehat, dan vaksin ini tidak sakit,” kata Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini dihadapan Ni Kadek Rina Cahya Purnama, Ni Ketut Angreni, dan Ni Kadek Bunga yang merupakan siswa Kelas 2 SDN 1 Besakih.

Baca Juga :  Wali Kota Jaya Negara Lepas Penyemprotan Eco Enzyme ke Seluruh Wilayah Kota Denpasar

Gubernur Bali jebolan ITB ini dalam kesempatannya menyampaikan bahwa program vaksinasi anak usia 6-11 tahun yang digelar secara serentak di Bali merupakan instruksi langsung dari Presiden RI, Joko Widodo untuk mempercepat cakupan vaksin bagi masyarakat, khususnya di Bali.

“Targetnya, akhir Desember ini sudah selesai semua untuk vaksin tahap pertama dan selanjutnya vaksin tahap kedua pada Januari mendatang. Saya yakin bisa mencapai target, karena anak-anak semangat dan lebih mudah memobilisasinya,” kata mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini seraya mengatakan jika sudah terlaksana semua, Bali akan lebih cepat mencapai kekebalan komunitas atau herd immunity.

Mengenai target harian vaksinasi-nya, orang nomor satu di Pemprov Bali ini mengatakan Kami menargetkan anak yang berusia 6–11 Tahun perharinya mendapatkan vaksinasi jenis sinovac sebanyak 35.000 sampai dengan 40.000 sasaran/hari.

Baca Juga :  Terdampak Covid-19, Kinerja Bank Umum di Bali Masih Kondusif

Kemudian untuk sasaran vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Provinsi Bali secara keseluruhan berjumlah 373.120 orang, dengan rincian : 1) Kabupaten Badung 45.914 orang; 2) Kabupaten Bangli  22.412 orang; 3) Kabupaten Buleleng  74.137 orang; 4) Kabupaten Gianyar 40.508 orang; 5) Kabupaten Jembrana 27.997 orang; 6) Kabupaten Karangasem 47.728 orang; 7) Kabupaten Klungkung 17.770 orang; 8) Kota Denpasar 63.594 orang; dan Kabupaten Tabanan 33.051 orang.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Ketut Suarjaya menambahkan kick off vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun ini digelar secara serentak di Bali pada, Rabu (Buda Kliwon, Pahang) 15 Desember 2021. Untuk Kabupaten Karangasem kick off vaksinasi-nya digelar di SDN 1 Besakih, di Kabupaten Badung dilaksanakan di SDN 3 Sempidi, Kabupaten Bangli di SDN 2 Kawan, Kabupaten Buleleng di SDN 3 Banjar Jawa, Kabupaten Gianyar di SDN 1 Gianyar, Kabupaten Jembrana di SDN 1 Baler Bale Agung, Kabupaten Klungkung di SDN 1 Semara Tengah, Kota Denpasar di SD Widya Sakti Penatih dan Kabupaten Tabanan di SDN 1 Dajan Peken.

Baca Juga :  Bank Mayapada dan Tahir Foundation Serahkan Bantuan untuk Masyarakat Bali

Vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun ini semua menggunakan vaksin jenis coronavac dari sinovac dan telah dipastikan aman, karena telah mendapatkan rekomendasi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

“Agar vaksinasi ini berjalan lancar, anak-anak yang berusia 6–11 tahun juga wajib menjalani skrining secara ketat serta observasi, sebelum pemberian suntikan vaksin dilakukan,” jelasnya sembari mengungkapkan vaksinasi anak sangat berguna untuk mencegah sakit berat dan kematian pada anak yang terinfeksi, kemudian mencegah penularan pada anggota keluarga dan saudaranya yang belum mendapatkan vaksinasi atau yang mempunyai resiko terinfeksi, dan vaksinasi ini sangat mendukung pelaksanaan pembelajaran tatap muka serta meminimalisir penyebaran Covid-19 disekolah atau satuan pendidikan.(bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini