Sony Airpeak
Sony Airpeak, Sumber Foto : Sony

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR –Setelah menunggu lebih dari satu tahun sejak kemunculan teaser resmi pertamanya pada kanal Youtube resmi Sony, drone profesional dari Sony dengan nama Sony Airpeak akhirnya mulai dijual, dengan harga yang sangat cocok bagi pembuat film profesional dengan anggaran studio, dan akan bikin geleng-geleng kepala para penghobi drone.

Airpeak S1 adalah drone pertama Sony, dan kini telah tersedia untuk dipesan dengan harga di US mencapai 8.999 USD, atau sekitar Rp130 juta. Pengirimannya sendiri diperkirakan akan dimulai pada 24 Desember 2021.

Tidak seperti drone dari DJI, yang sebagian besar memiliki kamera built-in, Sony Airpeak tidak memiliki built-in kamera, karena drone ini dirancang untuk bisa dipasang kamera mirrorless sony full-frame, seperti Sony A7S III dan Sony FX3. Pasang kamera Sony A1 pada drone Airpeak, dan drone ini akan menjadi drone full-frame yang mampu memotret dalam resolusi 8K. Meskipun sudah ada drone 8K pada Autel Evo II, namun drone tersebut memiliki sensor 1/2 inci yang jauh lebih kecil dibandingkan Airpeak.

Baca Juga :  Tayang Perdana di Art Center, Film Animasi Panji Semirang Ramai Apresiasi

Dengan mengeluarkan uang sebanyak itu, selain memiliki drone yang bisa dipasangkan kamera full-frame, Sony mengklaim dapat tetap stabil dalam angin 44,7mph, yaitu sekitar dua kali hambatan angin dari salah satu saingan terdekatnya, DJI Inspire 2.

Airpeak S1 juga dapat mencapai kecepatan tertinggi 55,9 mph, membuatnya cukup gesit untuk mengejar mobil dalam adegan aksi, sementara kombinasi kamera stereo dan vision-sensing processor memberikan kesadaran real-time 3D spatial, seperti drone dari DJI dan Skydio.

Pembeli juga mendapatkan pengontrol RCR-VH1, yang memungkinkan mengontrol drone, gimbal, dan kamera hanya dengan 1 perangkat saja, meskipun ada juga mode Dual Operation yang memungkinkan dua orang mengontrol drone dan kamera secara secara terpisah. Ini mungkin merupakan konfigurasi yang paling umum digunakan pada pemotretan profesional, terutama jika memperhatikan bahwa sedang menerbangkan peralatan lebih dari 9.000 USD di udara.

Baca Juga :  Saat Edgy Fashion Bertemu Teknologi Smartphone Masa Depan di Jakarta Fashion Week 2022

Namun yang sedikit menjadi batasan drone ini dibalik kemampuannya adalah perkiraan waktu penerbangan yang hanya 22 menit jika tanpa muatan seperti kamera full-frame. Setelah Airpeak dipasangkan dengan kamera seperti Sony A7S III dengan lensa FE 24mm f/1.4 GM, masa terbang drone ini turun menjadi hanya 12 menit saja. Meskipun pilot drone dapat menukar baterai tanpa mematikan Airpeak, tapi tetap harus memperhatikan apa saja yang akan ditangkap oleh drone ini di udara dengan waktu yang singkat itu. (kmg/bpn)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here