HUT Korpri
Wali Kota Jaya Negara: Prinsip ASN Melayani, Bukan Dilayani. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Prinsip ASN Denpasar adalah melayani, bukan dilayani. Hal ini diungkapkan Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara saat membuka acara Napi Gatra (meNyapA PegawaI untuk GiAT berkineRjA) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-50 Korps Pegawai Republik Indonesia (HUT Korpri) tahun 2021 melalui virtual meeting yang diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) kota Denpasar pada Rabu (17/11/2021).

Acara ini juga diisi dengan Dharma Wacana dari Ida Pedanda Gede Wayahan Wanasari dari Griya Wanasari Sanur tentang menumbuhkan rasa tulus dalam pengabdian.  Turut Hadir dalam kesempatan tersebut, Sekda Kota Denpasar, IB Alit Wiradana, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya  Manusia (BPSDM), I Wayan Sudiana.

Baca Juga :  Surat Pembuatan Ogoh-ogoh Gubernur Bali Diapresiasi Yowana, Dianggap sebagai Obat Kerinduan Berkesenian

Lebih lanjut, IGN Jaya Negara menyampaikan sudah dua tahun lebih kita bergulat, berperang melawan pandemi. Pada kesempatan acara “Napi Gatra” ini, saya ingin menegaskan kepada seluruh pegawai di Lingkungan Pemerintah Kota Denpasar untuk saling bekerja sama, merapatkan barisan sebagai Korps Pegawai Negeri Sipil, bersama kita tumbuhkan karakter ‘Bangga Melayani Bangsa’.

“Sebagai ASN, dalam melayani masyarakat kita harus berpegang terhadap tujuh prinsip dasar yang kita kenal sebagai BerAKHLAK. BerAKHLAK sendiri merupakan singkatan dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Tujuh prinsip ini diluncurkan oleh presiden Joko Widodo,” ujarnya.

Baca Juga :  Yakinkan Governor of World Water Council, Gubernur Koster: Bali Siap Jadi Tuan Rumah World Water Forum 2024

Sementara itu, Ida Pedanda Gede Wayahan Wanasari menyampaikan ASN Denpasar harus memiliki prinsip Sewaka Dharma yang berarti melayani adalah sebuah kewajiban. Filosofi dari Bahasa Sansekerta ini mengandung makna dan spirit pengabdian yang tulus ikhlas atau yadnya.

“Ketika mengabdi dengan tulus ikhlas maka kedamaianlah yang akan kita raih. Semangat pengabdian ini bersumber dari nilai-nilai luhur kekayaan budaya dan tradisi masyarakat,” ujar Ida Pedanda Gede Wayahan Wanasari.(adv/bpn)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here