Sampah di Pantai Kuta
Upaya DLHK Badung Bersihkan Pantai Kuta Dari Sampah Kiriman Buahkan Hasil. Sumber Foto : aar/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Ada yang berbeda dari penampakan Pantai Kuta, pada Rabu (24/11/2021) pagi, yang biasanya setiap memasuki musim penghujan mulai dari bulan November – Maret selalu mangalami masalah sampah kiriman, kini mulai terlihat bersih dan sedap untuk dipandang mata.

Hal ini berkat upaya yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Badung, yang terus siaga dalam memasuki musim penghujan di bulan November 2021 ini. Ratusan pasukan hijau DLHK Badung dan alat berat serta truk pengangkut sampah, dikerahkan untuk membersihkan Pantai di Selatan Bali tersebut dari puluhan ton sampah kiriman yang terjadi setiap tahunnya.

Baca Juga :  Wujudkan Kota Layak Anak, PUSPAGA Sosialisasikan Pemenuhan Hak Anak di Desa Dauh Puri Klod

Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Limbah B3, Anak Agung Gede Dalem mengatakan, di penghujung tahun 2021 ini volume sampah kiriman belum begitu mengkhawatirkan, seperti tahun sebelumnya dan cenderung lebih terkendali.

Menurutnya, pihaknya juga telah mengerahkan sebanyak 600 tenaga penyapu, 41 truk pengangkut, dan 2 ekskavator untuk mengatasi permasalahan tersebut di tahun ini hingga memasuki awal tahun 2022 mendatang.

“Kondisi saat ini dari beatwork lapangan voli hingga perbatasan camplung sudah bersih dari sampah dan nihil dari sampah kiriman. Kami juga sudah menyiapkan setidaknya 600 pasukan hijau, alat berat, dan truk untuk berjaga-jaga apabila terjadi kiriman lagi hingga memasuki awal tahun 2022 mendatang,” ungkap Gungde Dalem saat dikonfirmasi langsung oleh Jurnalis Baliportalnews.com, Rabu (24/11/2021).

Baca Juga :  Babinsa dan Bhabinkamtibmas Cepaka Bersinegi Cegah Penyebaran Covid-19

Pihaknya juga memprediksi, bahwa sampah kiriman bisa saja bertambah setiap saat. Mengingat curah hujan pada November 2021 ini agak sedikit meningkat, untuk itu pihaknya berupaya untuk selalu bersiaga dan meminta warga untuk tidak membuang sampah di sungai agar kejadian seperti ini tidak terjadi terus tiap tahunnya.

“Ya kami meminta warga untuk lebih memperhatikan lingkungan, dengan tidak membuang sampah ke sungai. Karena permasalahan sampah kiriman terjadi memang dikarenakan masyarakat yang kurang disiplin dalam mengelola limbah rumah tangga,” tegasnya. (aar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here