PSK Online
Kisah Suami Kena PHK Akibat Pandemi, Istri Dipaksanya Jual Diri Untuk Penuhi Kebutuhan Hidup. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Malang sekali nasib seorang istri sebut saja Ayu (28) asal Singaraja, Buleleng, yang dipaksa sang suami menjual dirinya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Bukan tanpa alasan, sang suami tega menjual istrinya sendiri lantaran dirinya terkena Pemutusan Hak Kerja (PHK) sebagai pegawai Room Boy di salah satu Hotel di Gianyar, akibat hantaman badai pandemi Covid-19 yang melanda.

Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan oleh Jurnalis Baliportalnews.com menggunakan salah satu aplikasi HP, tempat dimana mengenal Ayu, pada Kamis (25/11/2021) malam, awalnya sangat susah untuk membujuknya agar mau berbagi kisah tentang bagaimana perjalanan hidupnya tersebut. Setelah dengan bujuk rayu dan diimingi sejumlah pulsa, akhirnya Ayu pun bercerita tentang pengalamannya tersebut.

Baca Juga :  DP3AP2KB Gianyar Gelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak dan TPPO

Singkat cerita, sudah hampir 2 tahun ini Ayu dipaksa untuk menjual dirinya secara online oleh sang suami. Minimnya lowongan kerja akibat pandemi yang melanda, ditambah adanya kebutuhan hidup yang harus dipenuhi, menjadi alasan sang suami tega melakukan hal tersebut agar bagaimana dirinya bisa dengan mudah mendapatkan uang. Awalnya Ayu memang canggung untuk melakoni profesi sebagai PSK online, namun karena desakan suami dirinya terpaksa menjalaninya.

“Aku udah hampir 2 tahun kak begini, suami yang minta aku. Habis mau gimana? Suamiku udah gatau harus berbuat apa, balik ke kampung orang tua di rumah juga serba kekurangan. Jadi terpaksa jalanin kaya gini,” ungkap Ayu kepada Baliportalnews.com.

Baca Juga :  Implementasikan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Melalui Konsep Satu Lima Berkah

Dapat dikatakan profesi yang dilakoni Ayu sangatlah beresiko, tetapi dirinya menyebutkan bahwa sang suami selalu memantaunya dari jauh jika memang sedang ada tamu yang menggunakan jasanya.

Selanjutnya, didalam kesehariannya, Ayu biasa bekerja (online) mulai dari pukul 16.00-23.58 WITA, dan tak sedikit juga tamu yang menggunakan jasanya, ada kurang lebih 1-5 lelaki dengan tarif Rp300-600 ribu untuk sekali kencan.

“Kalau dibilang ya takut kak. Cuma, suami aku selalu mantau kok dari jauh, jaga-jaga kalau ada yang aneh-aneh tamunya. Aku biasa standby mulai dari jam 4 sore jam 12 malem juga udah off. Tarif aku biasa pasang 600 ribu sekali kencan, banyak juga yang nawar sih cuma aku mentok di 300 ribu, dibawah itu ya gamau kak,” paparnya.

Baca Juga :  Bupati Mahayastra Dengarkan PU Fraksi DPRD

Dengan adanya cerita hidup dari Ayu sang PSK online ini, menjadi pelajaran bagi kita semua, khususnya laki-laki untuk tidak mengeksploitasi istri menjalani profesi tersebut apapun alasannya. Upaya, kemauan, usaha, dan rasa tanggung jawab menjadi pertimbangan bagi kaum pria untuk bisa memenuhi kebutuhan keluarga dengan cara yang lebih positif.

“Satu aja harapan aku sih, semoga Covid-19 bisa selesai, Bali ramai lagi, hotel buka lagi, jadi suamiku bisa cari duit normal lagi,” harapnya. (aar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here