PInang
Bupati Tamba Tanam Pohon Pinang di Desa Nusasari. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, JEMBRANA – Desa Nusasari kecamatan Melaya kini dijadikan sebagai pilot project pengembangan budidaya tanaman Pinang Betara. Pasalnya, varietas unggul tanaman dari Kabupaten Tanjung Jabung propinsi Jambi-Sumsel  ini, selain umurnya hanya butuh waktu cepat 3-4 tahun sudah mulai bisa menghasilkan, juga secara ekonomi  harganya menggiurkan dan kompetitif.

Sebagai wujud kemitraan antara pihak perusahaan yakni, PT. Sinar Krisna Logistik, Palembang Sumatera Selatan ini, secara simbolis  bibit pinang betara siap tanam(Polybag) diserahkan kepada Bupati I Nengah Tamba yang selanjutnya diserahkan kepada para petani bertempat di balai dusun Nusasari desa Nusasari-Melaya, Kamis (4/11/2021).

Kepada petani, bupati Tamba minta agar menjadi petani Seken-seken (sungguh-sungguh).”Hanya satu pesan saya kepada warga masyarakat khususnya di Nusasari ini. Jadilah petani disiplin. Jadilah petani seken. Seken-seken jadi petani. Jangan coba-coba main-main lagi. Waktu kita sudah habis apalagi umur para petani kita ini sudah usia semua. Mari kita berkebun pinang betara dulu. Kami juga sudah menginstruksikan kepada desa-desa lainnya di Jembrana agar agar desa memiliki produk tanaman unggulannya masing-masing,” ujarnya.

Bupati mengatakan di masa pandemi komoditi pertanian menjadi sektor unggulan yang mampu bertahan. Karena itu pertanian harus ditekuni karena hasilnya terbukti menjanjikan.

“Masa pandemi kita garap betul komoditas pertanian. Kita sudah lakukan ekspor manggis, alpokat sudah kita tanam 30.000 pohon. Demikian juga ada pisang cavendish di Jembrana. Tujuannya, 3-4 tahun kita bisa ekspor apa yang kita tanam ini. Begitu bibit kita tanam sudah ada perjanjian pembelian,” kata Bupati.

Karena itu, Bupati Tamba mengapresiasi pihak pengusahan lantaran telah mengimplementasikan berbagai pengalamannya khususnya pembudidayaan tanaman pinang betara. Hasilnya sudah dibuktikan mengangkat harkat para petani di berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga :  Bupati Tamba Buka Liga 3 Grup A, Perseden vs. Persekaba

“Tentu saya sebagai bupati mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pihak perusahaan. Sebagai warga desa Nusasari yang telah lama menggeluti budidaya tanaman pinang betara di berbagai darah di Indonesia, saat ini bapak bisa pulang kampung untuk berbagi pengalaman serta langsung bersosialisasi terkait budidaya tanaman ini. Saya harap bantu dan bimbinglah warga masyarakat ini agar nanti benar-benar menjadi petani dan penghasil dari produk tanaman pinang betara yang berhasil,” harapnya.

Selain itu, Bupati Tamba juga menegaskan agar produk yang dihasilkan para petani dapat ditampung dan dibeli sesuai harga yang telah disepakati.

Baca Juga :  Lansia 84 Tahun Sembuh Covid-19 di Jembrana

”Biasanya, ketika tanaman petani mulai memasuki pasca panen harganya tidak menentu bahkan turun drastis. Kalau itu terjadi, kasihan petani kita ini. Saya minta kepada pihak perusahaan nantinya hasil pertanian ini dibeli dengan harga yang layak sesuai kesepakatan,” tegasnya.

Manager perusahaan dari PT Sinar Krisna Logistik, Susel, I Wayan Tulu mengatakan, perusahaan akan membeli produk pertanian dari tanaman pinang betara sela-lamanya dan sebanyak-banyaknya.

”Kami siap untuk membeli produk dari para petani ini selamanya dan sebanyak-banyaknya. Kami tidak mungkin tidak membelinya.  Kami juga sudah siapkan jaminannya,” pungkasnya.(bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini