PTM
Sosialisasi PTM di SMP PGRI 5 Denpasar Berjalan Lancar. Sumber Foto : ads/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar melalui Disdikpora menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas.

Kegiatan yang dilaksanakan serangkaian penerapan PTM Terbatas Pemkot Denpasar yang akan dimulai 1 Oktober 2021 sesuai Peraturan Wali Kota Nomor 29 tahun 2021 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Tahun Ajaran 2021/2022 di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019.

Kepala Sekolah SMP PGRI 5 Denpasar, I Made Raditya Berata mengatakan untuk hari ini yang mengikuti sosialiasasi PTM sebanyak 40 orang dari kelas 7, yang terdiri dari dua kelas. Yakni kelas 7A dan Kelas 7B, dibagi menjadi dua sesi masuk pagi dan masuk siang. Dalam PTM ini SMP PGRI 5 Denpasar tetap mengutamakan Prokes yang ketat dimana siswa wajib baru datang mennggunakan masker, cuci tangan dan mengecek suhu tubuh setiap masuk kelas.

“Kami mengimbau juga kepada siswa jika ada keluarga yang sakit di rumah, diijinkan untuk tidak masuk sekolah, dan tetap juga mendapat materi pembelajaran secara daring,” terang Raditya, Jumat (1/10/2021).

Siswa sangat merindukan sekali untuk pelajaran tatap muka ini, hampir satu setengah tahun mereka tidak datang kesekolah mengikuti pembelajaran langsung. Semoga ini merupakan awal yang baik bagi siswa untuk menyerap pelajaran secara langsung dan pandemi Covid-19 segera berakhir.

“Dari sekolah juga masih memberikan ijin bagi orang tua yang belum mengijinkan putra/putri untuk PTM namun mereka tetap menciptakan pelajaran secara daring,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kelurahan Sesetan Mulai Kembangkan Kampung Hijau 

Lebih lanjut, Raditya Berata mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota Denpasar yang telah memberikan kesempatan siswa siswi di kota denpasar untuk kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka sehingga orang tua maupun anak didik sangat antusias sekali mengikuti PTM ini.

Di tempat terpisah, saat memantau pelaksanaan PTM di SMP PGRI 3 Denpasar, Plt. Kadis Dikpora Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya menyampaikan pola hybrid penyatuan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan pembelajaran tatap muka (PTM) ini sangat baik sekali, jadi anak-anak tetap bisa menyatu berkomunikasi dengn baik.

Baca Juga :  Deputi Kemenkop dan UKM Acungi Jempol Inovasi Pemkot Denpasar

“Pola ini sesungguhnya adalah bagian dari upaya meningkatkan aspek psikologi sosial anak, kesan tidak bertemu teman selama ini bisa terobati dan saya apresiasi pelaksanaan PTM hari ini di Kota Denpasar,” ujar I Gusti Ngurah Eddy Mulya.(ads/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini