ChromeBook
Laptop dengan ChromeOS. Sumber Foto : chromeenterprise.google

Kecepatan dan Keamanan

ChromeOS dirancang dengan salah satu fokus pada kecepatan dan keamanan. Sehingga pada perangkat ChromeBook Firmware yang diinstall sangat ringan dan pada BIOS dibuat sederhana dengan menghilangkan beberapa fitur konfigurasi hardware. Hal ini berdampak pada booting yang lebih cepat dibandingkan Laptop konvensional.

Dari sisi keamanan software ChromeOS mengadopsi mekanisme sandbox, mekanisme keamanan yang mengisolasi program yang ada, dan mencegah program untuk mengintip, menguasai dan merusak sistem, ChromeOS melakukan pemeriksaan integritas pada sistem operasi saat boot dan melakukan auto recovery atau memperbaiki dirinya sendiri jika mendeteksi adanya perubahan pada sistem yang tidak sah.

Baca Juga :  Ayu Kristi Arya Wibawa Hadiri Lomba Paduan Suara HKG PKK Ke-54 Tingkat Provinsi Bali

Compabilitas Software

Untuk software yang bisa digunakan pada ChomeOS saat ini sudah cukup banyak, dimana secara default aplikasi dari Google sudah bisa digunakan, mulai dari Google Docs untuk pengolah kata, Google Slides untuk membuat presentasi, dan Google Spreadsheet untuk membuat spreadsheet.

Atau bisa menginstall aplikasi Android melalui Google Playstore untuk ChromeBook yang sudah mendukung aplikasi Android, sedangkan untuk software yang lain hanya bisa digunakan jika software tersebut mendukung web apps, atau software tersebut tersedia dalam versi web. Sebagai Sistem Operasi yang diriis oleh Google, Chrome OS dibangun dengan basis Linux, sehingga tidak bisa menjalankan software dengan ekstensi .exe atau .msi milik Windows.

Baca Juga :  Wawali Arya Wibawa Lepas Peserta NCC Motorun 2026 di Sanur

Dukungan Sistem

Sebagai sistem yang dirilis secara tertutup oleh Google, setiap perangkat ChromeBook yang dirilis memiliki Auto Update Expiration (AUE), dimana AUE adalah masa dukungan berupa pembaharuan sistem yang diberikan oleh Google. Perangkat ChromeBook yang telah melewati masa AUE tidak akan mendapatkan pembaharuan lagi.

AUE sendiri terpasang pada bagian bawah perangkat ChromeBook, sehingga pengguna bisa mengetahui dengan pasti berapa lama perangkat ChromeBook mereka mendapatkan dukungan update.

Namun kebijakan ini sedikit berbeda pada ChromeBook seri Education dan Enterprise, karena setelah Juni 2026, perangkat dengan Chrome Education Upgrade atau Chrome Enterprise Upgrade akan terus menerima pembaruan dan dukungan keamanan dan pengelolaan (tetapi tidak ada pembaruan fitur baru) hingga Juni 2027.

Baca Juga :  PHDI Bersama Bakesbangpol Kota Denpasar Bagikan 300 Paket Daging Babi Jelang Galungan-Kuningan

Apakah pemilihan ChromeOS ini sudah tepat, ataukah ada Sistem Operasi lain yang bisa menjadi pilihan Kemdikbud yang nantinya akan digunakan pada Laptop untuk Pengadaan Peralatan Teknologi, Informasi, Komunikasi dan Media Pendidikan? (kmg/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News