We Love Bali
We Love Bali

BALIPORTALNEWS.COM – Dalam program implementasi penerapan CHSE melalui program “We Love Bali” yang diadakan  Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Pemerintah Bali, generasi muda yang turut andil dalam program ini adalah Agung Febra Pinota atau yang lebih dikenal Agung Pinota yang merupakan salah satu  peserta Blogger yang kerap membagikan pengalaman melalui sosial medianya, dalam kegiatan ini sangat positif, dimana bertujuan memberikan edukasi terhadap penerapan protokol CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety and Environment) guna memastikan keamanan dan kenyamanan sebagai daya tarik wisata, dan program ini menunjukkan kesungguhan bahwa Bali sebagai destinasi wisata internasional yang berkomitmen dan mampu menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga :  Tim Yustisi Denpasar Harapkan Masyarakat Tetap Taati Prokes

Dalam kegiatan program We Love Bali ini, peserta wajib menunjukkan hasil rapid test non reaktif yang dilakukan sehari sebelum kegiatan, peserta juga diimbau mewajibkan menerapkan protocol kesehatan, serta menjaga dan mentaati peraturan local, program ini merupakan upaya Kemenparekraf dan pemerintah untuk mempromosikan pariwsata Bali era baru kepada masyarakat melalui cerita dan komunikasi para blogger, peserta lain nya melalui platform sosial media yang mereka punya masing masing, himbau agung pinota

Program CHSE ini dilaksanakan selama 3 hari 2 malam, para peserta mendapatkan fasilitasi akomodasi hotel, konsumsi selama perjalanan, transportasi, tike masuk wisata yang ada di Bali, perlengkapan protokol kesehatan (Masker, Hand Sanitizer, dll).

Baca Juga :  Seminggu Berjalan, Operasi Zebra Agung 2021 Jaring 332 Pelanggar di Wilayah Hukum Polres Badung

Salah satu obyek wisata yang menerapkan CHSE di bali adalah Desa Penglipuran, desa ini terletak di kabupaten Bangli dan sangat dikenal hingga mancanegara, desa ini masuk dalam tiga desa yang dinobatkan sebagai desa terbersih di dunia, terbukti melalui penghargaan diantaranya Kalpataru, ISTA (Indonesia Sustainable Tourism Award) pada tahun 2017, baru baru ini destinasi ini masuk dalam Sustainable Destinations top 100 versi Green Destinations Foundation, destinasi ini sangat menarik selain melihat kekayaan yang dimiliki desa panglipuran, kita juga bisa mempelajari adat yang dimiliki.

Baca Juga :  Kembali Tim Yustisi Denpasar Jaring 11 Pelanggar Prokes di Kelurahan Kesiman

Melalui program ini diharapkan membantu industri yang ada di Bali dan sekitarnya untuk tetap bertahan dan tidak melupakan protokol kesehatan, sehingga kepercayaan para pengunjung akan meningkat.

Oleh : Agung Febra Pinota, Blogger.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here