“Tentunya ini memerlukan waktu dan perencanaan yang matang bagi kita,” ujar Sri Wahyuningsih.
Sementara itu, Gede Suyasa mengungkapkan rasa syukurnya karena telah dikunjungi oleh pihak Kemendikbudristek RI dalam rangka persiapan digitalisasi sekolah dasar.
Mengingat, di Kabupaten Buleleng masih ada sekolah yang secara topografi masih memerlukan perhatian. Seperti aksesibilitas yang jauh. Kemudian juga media untuk menikmati optimalisasi digitalisasi masih ada kendala karena blank area atau tidak terdapat jaringan maupun sinyal internet. Sementara di sisi yang lain, kebijakan dari Kemendikbudristek, sekolah harus semakin digital.
“Dengan kedatangan ibu Direktur SD ini, diharapkan bisa memotret kondisi beberapa SD yang ada di Buleleng,” pungkasnya.(bpn)













