“Kalau orang biasa minum kopi Robusta maka dia akan tertarik dengan Robusta saja. Nah sekarang kita bikin olahan yang bermacam-macam,” ucap Agus Suradnyana.
Untuk masalah harga kopi, Agus Suradnyana mengatakan harus dilakukan penghitungan jumlah produksi kopi per tahun. Utamanya di setiap sentral penghasil kopi yang terdapat di wilayah Kabupaten Buleleng. Serta dibarengi dengan proses pengolahan yang benar dan tepat mulai dari cara panen hingga proses akhir. Dengan demikian, para pelaku UKM akan mendapatkan kualitas terbaik yang nantinya bisa mewarnai bahwa inilah kopi buleleng dengan olahan yang benar-benar terjaga.
”Yang jelas bagaimana petani saya sejahtera dari menanam kopi dan mau menanam kopi. Itu saja intinya jangan terlalu berorientasi harus mendapat penghargaan dan lainnya,” tutupnya,(bpn)













