Donor Darah
Penuhi Stok Darah, PDDI Bali Sasar Pengunjung Cafe dan Komunitas Otomotif. Sumber Foto : aar/bpn

“Selama pandemi Covid-19, terjadi paceklik darah di beberapa rumah sakit di Bali. Jadi, kami terketuk hatinya untuk ikut serta berdonor darah, bersinergi dengan PDDI Bali dan Hardcoff,” tutur Hendy Chonie.

Selain itu, Sekjen PDDI Bali, I Wayan Gede Suardana menyambut gembira atas program kebaikan Hardcoff dan X-MOC, yang bisa disinergikan, dalam kegiatan donor darah, agar stok darah bisa terpenuhi di beberapa rumah sakit di Bali.

“Stok darah yang harus dipenuhi, setiap harinya 160 kantong darah. Namun, disisi lainnya, berbenturan dengan program kegiatan Vaksinasi Kedua, yang memerlukan waktu 14 hari harus jeda dan tinggal di rumah. Jadi, sangat dilematis posisinya. Disatu sisi, program pemerintah agar vaksinasi berjalan lancar, dilain sisi, harus terpenuhi kuota darah. Ini tantangannya. Sinergi ini, sangat diperlukan, untuk memenuhi stok darah,” tegasnya.

Baca Juga :  Belajar Pengelolaan Daerah di Bali, Gubernur Siquijor Filipina Berdiskusi dengan Gubernur Koster

Lewat media juga disampaikan, pihaknya mengimbau pada pemegang kebijakan di Bali, terutama Pemerintah Provinsi Bali, dimohonkan memperhatikan pihak pendonor yang merupakan gerakan sukarela.

Pihaknya juga meminta agar memperhatikan para pendonor yang sehat, cerdas dan berkarakter, saat usianya telah uzur dan telah banyak berdonor darah lebih dari 100 kali, agar diperhatikan kesejahteraan para pendonor darah, bahkan pihak rumah sakit bisa memberikan pelayanan kesehatan secara gratis. Karena, mereka, para pendonor di sisa kehidupannya, yang telah uzur dialirkan tali kasihnya dengan berbalik berbuat kebaikan, demi sisi sosial dan kemanusiaan. (bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News