OTG-GR
Sumber Foto : Istimewa

“Sehingga kalau yang OTG-GR tidak ada di rumah sakit, tentu BOR akan lebih kecil persentasenya,” jelas dia.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng Putu Arya Nugraha menyebutkan OTG-GR sebenarnya bisa isolasi mandiri di rumah. Namun, selama ini banyak yang menyatakan tidak punya tempat. Oleh karena itu, pasien OTG-GR dirawat di rumah sakit. Ke depan, OTG-GR dirujuk oleh Satgas Desa atau Kelurahan.

“Dengan sepengetahuan satgas. Agar dicek apakah pasien mempunyai tempat atau tidak. Jika punya, ya isolasi mandiri,” sebutnya.

Ia menambahkan RSUD tinggal menunggu aturan dari Satgas Kabupaten. Entah itu berupa Surat Edaran (SE) atau bentuk aturan lainnya. Hal itu dikarenakan RSUD sebagai RS pemerintah bekerja sesuai aturan dari Satgas Kabupaten. Jika ada aturan OTG-GR harus mendapatkan rekomendasi dari Satgas Desa atau Kelurahan, RSUD akan menerapkannya.

Baca Juga :  Rai Mantra Imbau Masyarakat Perhatikan Jarak Fisik Individu

“Untuk menghindari kelelahan dari tenaga kesehatan (nakes) juga. Sehingga bisa fokus kepada pasien yang bergejala berat dan sedang,” pungkas Arya Nugraha.(bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini