Ngembak Geni
Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Pada hari Ngembak Geni merupakan tahapan terakhir perayaan Haci Suci Nyepi, seluruh umat Hindu di Bali melakukan persembahyangan dan memanjatan doa kepada Ida Sang Hyang Widhi dengan permohonan agar pada tahun baru çaka diberikan harapan baru dan lebih baik dari tahun çaka sebelumnya dalam menjalani kehidupan di dunia ini.

Ritual tersebut merupakan rangkaian dalam pelaksanaan Hari Raya Nyepi. Upacara ini dilakukan sehari setelah Nyepi. Sedangkan sebelumnya, umat Hindu melakukan upacara Melasti dan Pengerupukan atau mengarak ogoh-ogoh.

Ngembak Geni, dalam bahasa Bali memiliki pengertian yaitu Ngembak artinya bebas dan Geni artinya api, jadi Ngembak Geni bila dirangkai bermakna bebas menyalakan api namun dalam pengertian luas terbebas dan dapat kembali beraktivitas karena sudah melaksanan Catur Brata Penyepian.

Baca Juga :  Hindari Klaster Keluarga, 29 Warga Kuta Utara Lakukan Isoter

Perayaan hari Ngembak Geni biasanya umat Hindu di Bali melaksanakan Dharma Santi, yaitu bersilaturahmi dan saling memaafkan, baik di lingkungan keluarga sanak saudara dan teman-teman. Ini adalah awal yang baru untuk seluruh aktivitas baik pekerjaan, perjalanan, dan yang lain, boleh dilakukan lagi seperti biasa.

Tahun 2021 semua ritual dalam rangkaian Hari Raya Nyepi dilakukan dengan sederhana dan dibatasi, termasuk upacara Melasti. Bahkan, pawai ogoh-ogoh ditiadakan. Hal ini untuk menghindari penyebaran virus Covid-19 yang masih berlangsung. Sesuai dengan Surat Edaran Bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali, dan Majelis Desa Adat Provinsi Bali Nomor : 009/PHDI- Bali/1/2021, Nomor : 002/MDA—Prov Bali/1/2021 tentang pelaksanaan Rangkaian Hari Raya Suci Nyepi Tahun Caka 1943 di Bali, umat Hindu di Bali di himbau untuk tetap membatasi kegiatan pada hari Ngembak Geni. Pembatasan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya claster baru penyebaran Covid-19 seusai perayaan rentetan Hari Raya Nyepi Tahun 2021 di Bali.

Baca Juga :  Pasca Dibukanya Sejumlah DTW, Wisatawan Mulai Ramai Berkunjung

Walau demikian, dengan adanya imbauan pembatasan kegiatan umat Hindu di Bali yang ingin merayakan Hari Ngembak Geni kiranya jangan berkecil hati. Karena bersilaturahmi tidak mutlak harus bertemu langsung berjabat tangan bersama sanak saudara keluarga dan teman-teman.

Pada jaman modern seperti sekarang di era digital kita bisa memanfaatkan teknologi yang dikita miliki seperti smartphone untuk melakukan silaturahmi berbasis digital, misalnya bebincang dengan menggunakan panggilan suara atau yang lebih canggih lagi melakukan panggilan video bersama sanak saudara keluarga dan teman-teman untuk sedikit mengurangi rasa rindu karena pembatasan sosial di masa pandemi Covid-19 ini. (Anak Agung Sri Anggreni, S.Pd.H, Penyuluh Agama Hindu Kecamatan Mengwi, Badung)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here