Labuan Bajo
Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Kominfo menggelar Road to #PesonaDigitalNTT Webinar & Workshop “Mendorong Kreasi & Inovasi Wastra Tenun dan UMKM Nusa Tenggara Timur” pada Rabu (24/3/2021). Sumber Foto : istimewa

“Di Labuan Bajo dan NTT, tenun merupakan ciri khas masyarakat setempat dengan motif yang beragam dan menggambarkan kearifan lokal,” ujarnya.

Maria Anna Plate berpendapat jika kain tenun merupakan salah satu dari sekian banyak ciri khas NTT yang patut dibanggakan. Menurutnya, membuat satu lembar kain tenun, membutuhkan waktu yang cukup lama tetapi hasilnya akan memuaskan, baik itu bagi pengrajin maupun pembeli.

“Hasil tenun rapi, corak yang indah, dan warna yang menarik, apalagi jika menggunakan benang dengan pewarna alami. Kenyataannya tenun yang menggunakan benang toko mungkin lebih umum dilakukan kerana permintaan yang tinggi dari masyarakat maupun biaya yang efisien, tapi tenun dengan corak dan motif dasar dari masing-masing suku serta warna dan benang alami haruslah kita pertahankan,” jelas Maria.

Ia juga menambahkan, Indonesia patut berbangga atas kegiatan menenun yang dikembangkan secara turun temurun dan menonjolkan ciri khas daerah masing-masing. Seperti Sumba Timur yang terkenal dengan motif tengkorak, Maumere dengan motif pohon, hujan, ranting, dan Manggarai terkenal dengan corak bunga, laba-laba dan binatang.

Baca Juga :  Geliat Kebangkitan UMKM Bali Bersama Discovery Weekend Bazzar

Pada sesi talkshow, Nur Asia Uno menyampaikan bahwa peran bidang promosi dan humas Dekranas adalah membantu pemasaran produk melalui publikasi serta pemberitaan dan pameran online atau offline.

“Targetnya, produk para pengrajin dapat dipromosikan lebih luas melalui platform digital media sosial serta dipasarkan di pameran. Produk dari pengrajin akan dibantu dipasarkan melalui marketplace yang sudah exist seperti Tokopedia dan LaDaRa yang sudah bermitra juga dengan OVO dan Grab, sehingga produk binaan Dekranas bisa berjalan berjualan secara online,” ungkap Nur Asia.

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini