Kepala BI
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho. Sumber Foto : aar/bpn

Dari sisi lapangan usaha, hampir seluruhnya mengalami pertumbuhan negatif, dengan kontraksi terdalam pada lapangan usaha transportasi dan pergudangan (-31,79% yoy), akomodasi makan & minum (-27,52% yoy) serta pengadaan listrik air dan gas (-16,49% yoy).

Dalam kesempatannya, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho memperkirakan, bahwa perekonomian Bali di triwulan I 2021 akan membaik dengan tingkat kontraksi yang mengecil. Peningkatan kasus Covid-19 dan adanya PPKM selama periode Januari dan Februari mempengaruhi mobilitas penduduk dan aktivitas ekonomi.

Baca Juga :  Gubernur Koster Beri Apresiasi 12 Tokoh Seni dan Budaya dengan Penghargaan Adi Sewaka Nugraha

“Pertumbuhan positif diperkirakan akan dimulai pada triwulan II 2021 sehingga secara keseluruhan tahun 2021 perekonomian diperkirakan tumbuh positif,” ujar Trisno, Jumat (5/2/2021).

Optimisme terhadap pertumbuhan positif didukung oleh perkiraan tercapainya target vaksinasi yang disertai dengan menurunnya kasus Covid-19 sehingga mengembalikan aktivitas ekonomi di berbagai sektor, termasuk aktivitas konsumsi, investasi, kinerja fiskal ekspor dan impor.

Sementara itu, terkendalinya penanganan Covid-19 menumbuhkan level of confidence bagi wisatawan serta memungkinkan diselenggarakannya strategi wisata Travel Corridor Arrangement (TCA) dan Meeting Incentives Conferences Exhibition (MICE) di Bali.

Untuk mempercepat pemulihan kinerja perekonomian, prasyarat mutlak yang harus dipenuhi adalah keberhasilan pemberian vaksinasi serta penerapan disiplin protokol kesehatan Covid-19. Selanjutnya kami merekomendasikan untuk dilakukan 5 langkah strategis yaitu, dengan mendorong pelaku pariwisata untuk memperoleh sertifikat CHSE untuk meyakinkan bahwa Bali siap menerima wisatawan, juga mendorong UMKM untuk on boarding sehingga memperluas pemasaran, untuk mempercepat realisasi belanja daerah, dalam mendorong sektor pertanian untuk menerapkan GAP (Good Agriculture Practice), menggunakan teknologi digital dalam berproduksi (digital farming), dan memasarkan produknya melalui e-commerce, serta mendorong pembayaran secara nontunai, utamanya menggunakan QRIS. (aar/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News