“Kalau desa-desa tidak bisa melalukan sosialisasi langsung, maka kami bersama dinas DLHP akan turun langsung dan diprioritaskan 3 desa dalam sehari,” ucap Bupati Suwirta.
Pihaknya juga menambahkan kuncinya adalah sosialiasi kepada masyarakat, kenapa tidak misa melakukan pengolahan sampah setempat, sedangkan desa yang lainnya bisa. Sampah di perkotaan setikar 15 truk yang masuk ke TOSS Center Karang Dadi sudah langsung dikelola dan akan dilakukan optimalisasi. Kita dipemerintah daerah, terutama sampah kota jangan sampai masuk ke TPA dan hanya residu saja.
“Mari kita laksanakan apa yang kita lakukan dengan niat baik ini. Kita nyatakan belum berasil mengelola sampah dengan baik, belum bisa membina masyarakat dengan baik, karena ini kita harus berproses untuk membuahkan hasil yang baik,” imbuhnya.(bpn)













