Team Hukum Nusa Bali
Ketua Koordinator THNB (Team Hukum Nusa Bali), I Putu Pastika Adnyana, SH., bersama tim kuasa hukum usai sembahyang bersama di Pura Penataran Ped, Klungkung, Rabu (13/1/2021). Sumber Foto : agg/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Kelanjutan kasus dugaan penghinaan dan penodaan agama oleh salah satu Anggota DPR RI, Arya Wedakarna alias AWK terhadap Agama Hindu Bali seperti ditelan bumi.

Padahal sebelumnya kasus yang menjerat AWK sangat kuat, karena telah cukup bukti terkait dugaan penghinaan dan penodaan tersebut. Saat dikonfirmasi, Ketua Koordinator THNB (Team Hukum Nusa Bali), I Putu Pastika Adnyana, SH., seusai sembahyang bersama di Pura Penataran Ped, Klungkung, Rabu (13/1/2021) yang dihadiri Gubernur Bali, Wayan Koster dan Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, mengaku masih menunggu proses kasus tersebut terus berlanjut.

Baca Juga :  Denpasar Raih Penghargaan Promosi Desa Wisata Nusantara Tingkat Nasional

Hal itu sesuai laporan masyarakat Nusa Penida di Polda Bali yang diwakili oleh saksi Pelapor I Wayan Manca, dkk telah mengadukan dan melaporkan AWK, karena telah melakukan penodaan agama dengan kalimat yang menyatakan bahwa Brahman/Tuhan sengaja menciptakan 33 juta dewa diberikan perhiasan dengan maksud menipu dan agar umat tertipu. Selain itu disebutkan AWK menyatakan Brahma Siwa dan Wisnu bisa mati dan musnah.

“Sedangkan kalimat penghinaan terhadap agama adalah AWK menyatakan bahwa Bhatara Dalam Ped itu bukan Dewa, tetapi hanya Makhluk Suci,” jelasnya saat dihubungi, Jumat (15/1/2021).

Baca Juga :  Bandara I Gusti Ngurah Rai Catatkan 4,2 Juta Penumpang pada Semester Pertama 2022

Dikatakan, terkait semua penodaan dan penghinaan agama Hindu Bali, saksi pelapor telah dapat membantah dan membuktikan semua ucapan AWK tersebut tidak sesuai dengan ajaran agama Hindu yang terdapat dalam isi Weda Bhagawadgita.

Selain itu, ucapan AWK yang menyatakan Bhatara Dalem Ped sebagai Mahkluk Suci tidak terdapat  dalam sastra agama Hindu baik, dalam Reg Veda, Atharya Veda, Chandogya, Upanisad, Sama Veda, Yajur Veda, maupun dalam Manawa Dharma Sastra.

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini