Sementara Kepala Dinas Pendidiklan Kepemudaan dan Olahraga, I Wayan Gunawan mengatakan dalam simulasi nanti pihak sekolah mengatur segala sesuatunya dan Kepala Sekolah memonitor semuanya terkait pelaksanaannya.
“Memang seperti selama ini didengungkan, pembelajaran tatap muka ini akan dimulai per Januari tahun depan, namun tidak harus dipaksakan. Kita juga harus melihat fakta-fakta di lapangan nantinya, seperti perkembangan kasus dan kesiapan sekolah dalam menyiapkan sarana dan prasarana protokol kesehatan. Pembelajaran tatap muka tidak harus serempak pada Januari tahun depan, harus dilihat juga kesiapan sekolah dan nantinya akan ditunjuk sekolah yang telah benar-benar siap, meskipun hanya satu dua sekolah,” kata Gunawan.
Sembari berharap panduan yang telah disusun bisa dijadikan pedoman, serta pelaksanaanya bisa dilakukan bertahap dari tingkat PAUD, SD, SMP dan seterusnya. Semoga saja sinergi yang baik dari semua pihak dan komponen bisa berjalan dengan baik sehingga tidak terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan. (humas-dps/bpn)













