Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Kementerian Riset dan Teknologi, melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) RI. Memperkenalkan laboratorium berjalan untuk penanganan Covid–19.

Inovasi ini diberi nama Mobile Laboratorium Biosafety Level 2 yang dilengkapi dengan inovasi teknologi, guna mendukung upaya penguatan 3T atau, tracing, testing, dan treatment yang dilakukan oleh pemerintah pusat.

Dalam upaya pengendalian penyebaran Covid–19 di Indonesia. Mobile Laboratirum ini diperkenalkan melalui roadshow Bakti Inovasi Mobile Lab yang di lepas langsung oleh Menristek RI dan Gubernur Bali di Jaya Sabha, Denpasar, Selasa (22/12/2020).

Roadshow Inovasi Mobile Lab akan berlangsung selama 3 hari hingga 26 Desember 2020 di Provinsi Bali. Dalam kesempatannya, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi RI, Hammam Riza mengatakan Biosafety Level 2 ini bisa melaksanakan pengujian specimen yang diambil dari hasil usapan ataupun swab test dengan kapasitas sekitar 500 spesimen dalam 24 jam.

Baca Juga :  Baju Adat Warnai Peringatan HUT RI ke-72 di UGM

Dan Mobile Lab ini juga akan menyasar kerumunan–kerumunan yang berpotensi besar menjadi tempat penyebaran Covid–19, termasuk di tempat–tempat pariwisata yang ramai di Provinsi Bali.

“Inilah Mobile Lab versi bus yang ke-3, yang pertama kali kita sedang mencoba dan sedang kita perkuat, dan kami mengharapkan nanti Satgas Covid–19 itu akan mempersiapkan bersama–sama dengan tim BPPT, sehingga nanti bus ini ada di setiap Provinsi. Serta dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dalam rangka Pemerintah mengatasi pandemi Covid–19,” ujar Kepala BPPT RI, Hammam Riza.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Covid-19, Polsek Pupuan Bagi-bagi Masker

Menyambut hal baik tersebut, Gubernur Bali, Wayan Koster juga menyampaikan keinginannya kepada Pemerintah Pusat agar Provinsi Bali bisa mendapatkan satu unit Mobile Lab ini, untuk di pergunakan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid–19 di Bali.

“Sebenernya tadinya kami berharap busnya dapat mengendap di Bali, tinggal di Bali, tapi ternyata harus pergi. Tapi yang pertama, transisi dulu tidak apa–apa, nanti tahap ke-2 nanti kita ajukan supaya bus seperti ini diberikan satu unit untu Provinsi Bali,” ungkap Gubernur Koster.

Acara pun dilanjutkan dengan pelepasan Mobile Lab tersebut oleh Menristek dan Gubernur Bali, untuk melanjutkan perjalanannya menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Dalam kesempatannya, Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro menambahkan, pihaknya juga telah menyampaikan kepada Ketua Satgas Covid–19 Nasional untuk dapat menyiapkan beberapa unit Mobile Lab tersebut agar dapat digunakan di beberapa daerah di Indonesia.

Baca Juga :  Ulang Tahun Raja Dangdut di “Konser Sang Legenda Rhoma Irama”

“Hal ini juga untuk menguatkan program 3T dalam rangka pengendalian Covid – 19, sehingga wabah tersebut dapat bisa segera diredam,” ujar Menristek.

Rencananya, Mobile Lab ini akan diarahkan langsung ke tempat dimana banyak terdapat turis berkumpul, sehingga dapat menjadi solusi dalam upaya pencegahan penyebaran Covid–19 di Bali. (aar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini