UKM
Kadis Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung Made Widiana saat melakukan kunjungan ke pelaku UMKM beberapa waktu lalu. Sumber Foto : Humas Badung

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNGKomitmen Pemkab Badung melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan dalam mengembangkan dan membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di masa pandemi Covid 19, dibuktikan dengan mengunjungi beberapa mitra binaan UMKM seperti yang berada di wilayah Kecamatan Kuta.

Kadis Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung Made Widiana saat melakukan kunjungan ke pelaku UMKM beberapa waktu lalu mengatakan, di masa pandemi ini pihaknya sengaja mengunjungi UMKM yang terdapat di wilayah Kuta seperti pengrajin minyak urut tradisional, dan pemilik kedai kopi.

Dalam kunjungan tersebut, Made Widiana memaparkan mengenai kebijakan Pemerintah Kabupaten Badung di masa pandemi sekarang, dimana pemerintah daerah dihadapkan pada  pemulihan ekonomi akibat dampak yang ditimbulkan Covid-19. Salah satu solusi yang gencar dilakukan pemkab badung yakni dengan pemberdayaan masyarakat berbasis UMKM. Pada kesempatan tersebut, Widiana menilai pelaku usaha minyak urut tradisional dan kedai kopi, tempatnya sudah bagus dengan keterampilan mengolah produk yang baik.

“Tempat dan produk yang dihasilkan sudah bagus. Semoga ini dapat dimaksimalkan lagi dengan mengembangkan produk dalam beberapa varian lainnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Sekda Dewa Indra Apresiasi Market Sounding Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik

Menurut Widiana, pemberdayaan masyarakat melalui Usaha Kecil Menengah (UKM) ini telah digencarkan Pemkab Badung sebelum masa pandemi Covid-19. Dan untuk membantu memasarkan produk pelaku UMKM di masa pandemic, pihaknya menggandeng Humas badung untuk mempublikasikan produk UMKM secara digital, dengan membuat konten promosi online yang semenarik mungkin.

“Dalam memperluas jaringan pasar dan mempermudah promosi produk pelaku UMKM, kita juga disupport oleh tim Humas untuk melakukan pemasaran secara online, sehingga produk UMKM kita bisa dikenal masyarakat secara luas,” terangnya seraya mengimbau agar pelaku UMKM ini tetap bisa menjaga kualitas produk olahannya dan mengacu pada standarisasi yang sudah ditentukan agar bisa meyakinkan konsumen bahwa produk tersebut layak dibeli dan diburu masyarakat.

Sementara itu pengrajin minyak urut tradisional Wayan Surdana mengatakan sebagai pelaku UMKM sangat senang bisa bertemu dan berdialog dengan Kadis Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung, sebab menurutnya keinginan para pelaku UMKM dapat disampaikan dan terjawab langsung.

“Para UKM disini senang dapat bertemu dan berdialog langsung, beliau memberikan pencerahan mengenai keberlanjutan UMKM disini” jelasnya.(humas-bdg/bpn)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here