Monumen Perjuangan Rakyat Bali
Suasana Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Renon, Denpasar, pada masa pandemi.. Sumber Foto : dar/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dampak pandemi Covid-19 di Bali begitu terasa terutama di sektor pariwisata. Jumlah kunjungan wisatawan ke objek-objek wisata nyaris nol (nihil), seperti terjadi di Monumen Perjuangan Rakyat Bali (MPRB) di kawasan Renon, Denpasar.

Plt. Kepala UPTD MPRB, Drs. I GD Sridarma, MSi menyampaikan selama pandemi merebak tingkat kunjungan wisatawan baik mancanegara, domestik maupun lokal ke objek yang lebih dikenal dengan nama Monumen Bajra Sandhi ini anjlok hingga sekitar 95 persen.

“Sepi sekali, biasanya selalu ramai hampir setiap hari, penggunaan lapangan baik untuk olahraga maupun event juga tidak ada karena area ini ditutup mengingat jumlah kasus Covid-19 masih fluktuasi,” ujar Sridarma didampingi Kasubag┬áTU, Ni Wayan Neni Trisnawati ketika┬áditemui di ruang kerjanya, Kamis (15/10/2020).

Baca Juga :  Rai Mantra Tinjau Lomba Ngelawar, Jadi Pelestarian Budaya Serta Bangkitkan Ekonomi Kreatif

Meski demikian, diakui Sridarma, belakangan masih ada kunjungan ke MPRB namun jumlahnya tidaklah banyak. Pengunjung yang datang pun dominan untuk tujuan melakukan sesi foto prewed.

“Hanya 1-2 pengunjung masih ada tiap harinya, namun kalau rombongan yang jumlahnya banyak seperti dulu memang belum kami izinkan,” imbuhnya.

Sebelum pandemi target pendapatan dari kunjungan ke MPRB yang berada di bawah naungan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali ini pernah mencapai Rp8 miliar lebih. Untuk pendapatan tahun 2020 ini, rencana awal ditargetkan Rp7,9 miliar. Namun karena pandemi maka target tersebut mengalami perubahan menjadi Rp1,3 miliar.

“Karena kondisinya seperti ini, target perubahan itupun belum bisa kami capai. Berdasarkan catatan hingga bulan ini baru bisa tercapai sekitar 49 persen,” paparnya.

Baca Juga :  RSUD Wangaya Gelar Simulasi Vaksinasi Covid-19

Selama pandemi ini kendati kunjungan sepi, pihaknya tetap melakukan perawatan dan penataan taman serta menjaga kebersihan area MPRB. Begitu pula penyemprotan disinfektan secara berkala dilakukan setiap minggu.

“Kami dan kita semua tentu berharap pandemi ini segera berlalu sehingga kita bisa beraktivitas seperti sedia kala, pengunjung ke MPRB kembali ramai agar target pendapatan bisa tercapai untuk memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah,” pungkas Sridarma. (dar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here