Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Ketika Bali mengalami keterpurukan ekonomi, keberadaan UMKM mampu menopang dan menjadi kekuatan yang luar biasa. Sebagai contoh saat terjadinya Bom Bali 1 dan 2, kondisi ekonomi Bali pun anjlok. Demikian disampaikan Bakal Calon Bupati Jembrana, Nengah Tamba saat ditemui di Denpasar, Kamis (13/8/2020).

“Di Bom Bali 1 dan 2 itu kita merasa betapa beratnya Bali, tapi kita bersyukur ditopang oleh UMKM yang ada termasuk sektor ketahanan pangan seperti pertanian dan perkebunan. Mungkin saat itu ada program yang dikerjakan pemerintah tapi tidak berkesinambungan. Supporting-nya hanya sebatas euforia pada saat jatuhnya ekonomi saja. Ketika ekonomi sudah mulai pulih, ketegasan diskusi yang sudah di-maping untuk dilaksanakan kepada sektor UMKM itu hilang,” ujar Tamba.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Covid-19, Pemkot Denpasar dan FKUB Sepakat Pengaturan Kegiatan Keagamaan

Dikatakan, adanya pandemi Covid-19 ini dapat memberikan pelajaran terakhir. Dampaknya sangat signifikan. Beruntungnya masyarakat di Bali masih bisa makan dan tidak ada yang mengalami kelaparan.

“Ini fakta, siapa yang mendukung itu? Ya UMKM lagi, petani lagi. Sekarang harusnya kita malu. Dulu kita sudah diperingatkan sampai tiga kali kejadian. Sekarang sudah empat kali. Maka kalau saya jadi Bupati Jembrana, yang saya perhatikan pertama adalah sektor pertanian, perkebunan dan perikanan itu pasti, bagaimana petani sekarang ini kita bahagiakan, dan bagaimana programnya akan saya sampaikan nanti,” ungkapnya.

Baca Juga :  Duta Gong Kebyar Wanita Denpasar Vs. Badung di PKB Ke-39

Lanjutnya, pertanian akan menjadi prioritas dan anggarannya akan diperbesar. Ia berkomitmen akan berada di tengah-tengah petani untuk membahagiakan petani baik itu petani lahan basah maupun lahan kering termasuk perikanan dan peternakan. “Tidak usah muluk-muluk untuk Jembrana, kita garap itu,” tegasnya.

Lalu, bagaimana cara menggarapnya? Bakal Calon Bupati yang diusung Partai Golkar beserta koalisinya ini mengatakan, untuk pertanian sawah atau ladang tentu persoalan air dan pasca panen harus dituntaskan. Kalau perikanan atau nelayan maka hasil tangkapannya harus bisa dibeli sekaligus menekan bahan bakar minyak yang dipergunakannya.

“Intinya itu saja yang perlu kita pikirkan, kalau sektor itu sudah menggeliat di Jembrana maka kita akan menjadi sukses dan menjadi sumber PAD juga. Caranya? Saya tahu tapi tidak saya bilang hari ini,” papar Tamba sembari merahasiakan terobosannya.

Di sektor pertanian pihaknya akan membuat big data sehingga bisa memprediksi arah hasil panen petani. Ketika akan panen dengan jumlah sekian ton, maka dalam waktu 4-5 bulan sebelumnya sudah terpikirkan untuk mencarikan pasar. Pemerintah dan pihak swasta biss menjadi leading sektor.

“Dari mana dapat duitnya? Ya sindikasi perbankan. Pemerintah hanya sebagai bank guarantee. Berjalankah ekonomi? Ya berjalan. Kalau saya punya kemauan pasti bisa,” pungkasnya dengan optimis.(ads/bpn)