Showroom Sentrik. Sumber Foto : dar/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Kendaraan listrik, baik berupa sepeda maupun motor, semakin menjadi kebutuhan masyarakat saat ini dan di masa mendatang. Bahkan, tak menutup kemungkinan akan menjadi bagian gaya hidup kalangan milenial khususnya karena ramah lingkungan.

Seperti diungkapkan Vice Director PT Sentrik Persada Nusantara, I Gede Pasek Wijaya saat ditemui di Showroom Sentrik 2, Jl. Gunung Sanghyang No.17R, Denpasar, Rabu (5/8/2020).

Menurutnya, kendaraan listrik di Bali sangat potensial. “Apalagi dengan didukung oleh kebijakan pemerintah, yaitu Perpres No. 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Listrik Berbasis Baterai, Pergub Bali No. 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik, dan Pergub Bali No. 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih. Terlebih wilayah Bali diberikan insentif khusus untuk pajak kendaraan listrik,” ujar Pasek Wijaya didampingi Ni Kadek Ambarwati selaku Manager Showroom Sentrik 2.

Dijelaskannya, perbedaan kendaraan listrik dengan kendaraan konvensional terletak pada bahan bakarnya. Kendaraan listrik memakai bahan bakar listrik dan powernya bisa diisi ulang (charge). Selain itu kendaraan listrik tidak memiliki knalpot dan tidak menggunakan oli mesin sehingga tidak perlu melakukan ganti oli setiap bulan.

Baca Juga :  Jaya Negara Tinjau Pasar Murah Galungan

Pasek Wijaya meyakinkan bahwa kendaraan listrik memiliki banyak keunggulan, seperti menjadikan lingkungan bebas polusi udara karena tidak ada pengeluaran asap dari pembakaran dan bebas polusi suara karena kendaraan listrik nyaris tidak bersuara.

“Kendaraan listrik itu hemat bahan bakar (1 berbanding 5 dari kendaraan berbahan bakar bensin), murah biaya perawatan, praktis digunakan, minim getaran dan mudah perawatan (tanpa servis berkala dan ganti oli),” paparnya.

Disinggung soal sparepart, pihaknya mengatakan masyarakat di Bali tidak perlu khawatir karena Sentrik bukan showroom yang menjual unit kendaraan listrik saja tetapi juga menyediakan sparepart dan layanan servis.

“Kami punya layanan tambahan, yaitu Home Service untuk kemudahan pemilik kendaraan listrik jika ada masalah atau kendala yang memerlukan perbaikan bisa menghubungi call center yang tersedia dan nanti tim kami akan datang ke rumah untuk layanan servis atau perbaikannya, jadi tidak perlu repot datang ke showroom,” ungkap Pasek Wijaya.

Sentrik merupakan distributor kendaraan listrik terbesar di Bali, memberikan jaminan garansi resmi, sparepart seperti baterai, controller, kerangka, dan bagian lainnya, serta konsumen bisa test drive berbagai jenis produk di showroom Sentrik terdekat.

Baca Juga :  Bangkit dari Pandemi, Gojek Percepat Transformasi Digital UKM Kuliner Bali  

Sementara itu Ni Kadek Ambarwati mengungkapkan, penjualan kendaraan listrik di Bali mencapai 400 unit yang dihitung secara kumulatif sejak dibukanya showroom pada akhir November 2019 hingga Juli 2020. “Kalau untuk jenis sepeda rata-rata 40 unit per bulan, sedangkan motor secara kumulatif sekitar 50 unit,” terangnya.

I Gede Pasek Wijaya (Vice Director PT Sentrik Persada Nusantara) dan Ni Kadek Ambarwati (Manager Showroom Sentrik 2) di Denpasar. Sumber Foto : dar/bpn

Di Showroom Sentrik ini tersedia beberapa brand, yaitu Sunrace, U-winfly, Volta dan Gesits. Harganya pun variatif, yakni kisaran Rp5 juta – Rp10 juta untuk sepeda listrik dan Rp9 juta – Rp28 juta untuk motor listrik. “Khusus Gesits ada 3 mode kecepatan, yaitu Eco (maksimal 35 km/jam), Urban (50 km/jam) dan Sport (70 km/jam). Baik sepeda maupun motor ada pilihan warna menarik, di antaranya hitam, merah, putih dan biru” jelasnya.

Rencananya pada September 2020 dibuka showroom ketiga yang lebih besar di kawasan Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Showroom ini akan menjadi Electric Vehicle Centre (pusat kendaraan listrik) dengan menghadirkan berbagai produk kendaraan listrik, bahkan tak menutup kemungkinan mobil listrik. (dar/bpn)