Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYARDi masa sulit seperti ini, para pengrajin harus pintar-pintar membaca situasi. Kita tidak bisa lagi bertahan pada satu produk kerajinan saja, harus berinovasi agar mampu bertahan di masa pandemi Covid-19 ini.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra di sela-sela kunjungan pembinaan ke sejumlah pengrajin di Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Senin (10/8/2020).

Seperti halnya yang dilakukan oleh Ni Made Dadi, pemilik Khalisbali Bambo di Br. Kebon Kaja, Desa Belega Blahbatuh. Menurut penuturannya, sebelum pandemi pangsa pasar produk kerajinan dan furniture bamboo hampir 90 persen ekspor ke luar negeri.

Namun kini, saat ekspor tidak sebanyak dulu lagi, dirinya mulai melirik pasar lokal yang ternyata tidak kalah menjanjikan. Salah satunya adalah membuat straw atau sedotan dari bambu, chasing tumbler, dan beberapa pernak pernik lainnya dari bambu. Ini juga sejalan dengan imbauan mengurai penggunaan bahan plastik sekali pakai.

Baca Juga :  Deretan Satellite Events dari Ubud Writers & Readers Festival 2021

“Dengan inovasi seperti ini kami masih bisa bertahan meski harus diakui pangsa pasar masih agak lesu,” jelas Made Dadi.

Untuk mengandalkan kunjungan wisatawan saat ini diakui sangat sulit. Untuk memasarkan produknya, Made Dadi sejak dulu sudah memanfaat media sosial. Malah menurutnya itu jauh lebih efektif, karena tidak membutuhkan biaya banyak dan jangkauannya sangat luas.

Hal senada juga juga diakui oleh Gusti Ayu Darmayanti, perajin anyaman lontar Pucuk Lontar Mas di Desa Bona Blahbatuh. Saat pandemi ini kunjungan wisatawan atau pembeli ke tempatnya jauh berkurang, namun masih ada beberapa ekspor yang bisa dilakukan terutama ke Spanyol dan Italia tapi tidak sebanyak dulu.

Baca Juga :  Sekda Dewa Indra Apresiasi Deklarasi Pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana se-Bali Tahun 2021

Sama seperti Ni Made Dadi, untuk bisa bertahan dirinya juga mengandalkan media sosial sebagai media pemasaran. Jika tidak, tentu usahanya sudah gulung tikar sejak dulu.

Menanggapi hal tersebut, Ny. Adnyani Mahayastra sangat mengapresiasi inovasi mereka dan berharap para perajin lainnya dapat mengikuti kiat-kiat mereka bertahan di tengah pandemi.

“Kreativitas dan inovasi dalam setiap usaha sangat diperlukan, kita harus pintar-pintar membaca peluang pasar,” kata Ny. Surya Adnyani Mahayastra.

Pada kesempatan kunjungan itu, juga dilakukan pembuatan video untuk mendokumentasikan potensi-potensi kerajinan yang ada di tiap-tiap kecamatan di Kabupaten Gianyar.

Baca Juga :  Lelaki Tua Ditemukan Tak Bernyawa di Kebun

Menurut Ny. Adnyani Mahayastra, ini penting untuk memetakan potensi kerajinan di masing-masing wilayah, sehingga memudahkan untuk melakukan pembinaan. Disamping juga lewat dokumentasi video ini bisa dijadikan sarana promosi, karena dalam video ini didokumentasikan juga tentang produk kerajinan, mulai proses pembuatan  dari bahan baku hingga hasil akhirnya.

“Dengan adanya dokumentasi ini, kita bisa memetakan potensi-potensi kerajinan yang ada di Kabupaten Gianyar, sekaligus nanti kita bisa mempromosikannya,” jelas Ny. Surya Adnyani Mahayastra.

Selain kerajinan bambu, dan anyaman lontar pembinaan juga dilakukan di Tenun Putri Ayu Blahbatuh.

Ikut serta  pada pembinaan tersebut Kadis Disnakertrans Gianyar, A.A Dalem Jagadhita, Kadis Perindag Luh Gde Eka Suary, Kadis Pariwisata Gianyar A.A Gede Putrawan dan pengurus Dekranasda Kabupaten Gianyar.(ads/bpn)