Wabup Suiasa disaat menghadiri Pujawali di Pura Lingga Bhuwana Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung bertepatan dengan Purnama Kasa, Minggu (5/7/2020). Sumber Foto : Humas Badung

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNGPujawali di Pura Lingga Bhuwana Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Mangupraja Mandala yang dilaksanakan setiap tahun, bertepatan dengan Purnama Kasa, dimana tahun ini jatuh pada hari Minggu (5/7/2020) serta bertepatan dengan Hari Suci Banyu Pinaruh.

Hanya saja pelaksanaan tahun ini tidak seperti biasanya karena ditengah situasi pandemi Covid-19 sehingga protokol kesehatan tetap diterapkan. Rangkaian pujawali sekaligus persembahyangan bersama dipuput oleh Ida Pedanda Gede Buruan dari Griya Pesraman Darmasaba dan dihadiri oleh Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa bersama jajaran Pimpinan OPD di Lingkungan Pemkab. Badung.

Baca Juga :  31 Juli, Gubernur Bali Resmi Buka Pintu Masuk Wisatawan Nusantara

Wabup Suiasa mengatakan pelaksanaan pujawali di Pura Lingga Bhuwana tetap berjalan khusuk dan khidmat dengan tetap menerapkan protokoler kesehatan. Dikatakan Pujawali kali ini memang sedikit berbeda, namun tidak mengurangi makna dan tujuan pujawali tersebut.

“Ditengah pandemi Covid-19 ini ada sedikit yang berbeda namun tidak mengurangi makna dan cihna bhakti kepada Ida Hyang Widhi Wasa yang meligia dan berstana di Pura Lingga Bhuwana,” ungkap Wabup Suiasa.

Wabup juga mengajak melalui pujawali ini untuk mendoakan semoga pandemi ini cepat berlalu dan kehidupan kembali normal seperti sebelumnya.

Baca Juga :  Bupati Giri Prasta Komitmen Bantu Peningkatan Pendapatan Desa Adat

“Doa-doa yang kita panjatkan bersama dengan tulus dan iklas pasti beliau dengarkan. Persembahyangan pada pujawali ini tiada lain juga untuk memohon kehadapan Hyang Prama Kawi agar pandemi Covid-19 ini segera berlalu serta kerahayuan selalu hadir di tengah-tengah kehidupan dan hati kita,” harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan I Gede Eka Sudarwita mengatakan terkait dengan upakara pada pujawali kali ini memang berbeda dari pujawali tahun sebelumnya karena ditengah situasi pandemi Covid-19. Dikatakan kalau sebelumnya sarana upakara biasanya nyatur rebah, ayaban di ayur bebangkit, didepan surya bebangkit, di pengubengan bebangkit, sarana caru panca sanak diluhur, dijaba caru siap lima dan Ida Bhatara melasti ke Beji serta saat Nutug ketelun nganggen bebangkit dan pregembal. Sedangkan untuk pujawali kali ini hanya menggunakan sarana satu bebangkit, dijaba ayaban tumpeng solas, mecaru panca sata, Ida Bhatara ke Beji ngubeng sedangkan nyejer hanya satu hari.(humas-bdg/bpn)