Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, JEMBRANA – Setelah berlangsung  selama 14 (empat belas) hari sejak Dusun Munduk Desa Kaliakah, Negara mengikuti karantina wilayah akibat transmisi lokal sehingga beberapa warganya terpapar virus corona, dikarantina banjar akibat pandemi Covid-19, hari ini Jumat(17/7/2020) statusnya resmi dicabut.

Pencabutan status karantina wilayah Dusun Munduk Desa Kaliakah dilakukan secara resmi oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan(GTPP) Covid-19 Kabupaten Jembrana bertempat di aula pertemuan Kantor Desa Kaliakah.

Pencabutan status karantina terhadap Dusun Munduk Desa Kaliakah dihadiri juga para Wakil Ketua GTPP Covid-19, yakni Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa dan Dandim 1617/Jembrana Letkol. Kav. Djefri Marsono Hanok, Sekda I Made Sudiada serta para Asisten Sekda.

Dihadapan para pemuka desa maupu adat, Ketua GTPP Covid-19, yang juga Bupati Jembrana, I Putu Artha memberikan apresiasi yang tinggi kepada para pemuka dan tokoh-tokoh desa baik dinas maupun para pemuka dan tokoh Desa Pekraman Kaliakah Kangin.

Baca Juga :  Putri Koster Harap PHBS Bisa Diterapkan Secara Disiplin dari Lingkungan Rumah Tangga

Pasalnya, semua warga yang ada di Dusun Munduk Desa Kaliakah selama mengikuti karantina dapat menyelesaikan dengan sangat disiplin.

”Atas ketertiban warga masyarakat mengikuti karantina selama empat belas hari dan hasilnya sangat baik yakni, beberapa warga yang sempat menjalani isolasi di RSUD Negara telah dinyatakan sembuh berdasarkan hasil Swab. Begitupula penyebaran Covid-19 terhadap warganya dapat terkendalikan,” ujarnya.

Keberhasilan itu, kata Bupati Artha patut diberikan apresiasi kepada para pemuka dan tokoh-toh desa beserta segenap jajarannya. ”Menjalani karantina wilayah selama empat belas hari tentu sesuatu yang sangat tidak mudah. Namun demikian, semua itu (protokol kesehatan) dapat dilaksanakan dengan tertib dan disiplin. Kehadiran kami bersama segenap jajaran GTPP Covid-19 Kabupaten Jembrana memberikan apresiasi kepada segenap pemuka dan tokoh desa dan desa pekraman serta segenap jajarannya, mengingat tugas-tugas yang dijalankan dapat terlaksana dengan baik,” terangnya.

Selain mengapresiasi para pemuka desa, Bupati Artha juga memberikan penghargaan kepada warga masyarakat Dusun Munduk Desa Kaliakah.

”Saat masyarakat dusun mengikuti karantina itu, semua warga melakukan tapa brata (menjalankan protokol kesehatan penuh disiplin). Mereka tanpa diawasi oleh petugas, mereka dengan penuh kesadaran menjalankan karantina di wilayahnya sehingga hasilnya sangat baik. Karena mereka paham untuk keselamatan dan keamanan bersama.  Ini patut ditiru dan dicontoh oleh desa-desa lainnya di Jembrana,” pungkasnya.

Apresiasi serupa juga disampaikan Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa. Ia turut mengapreasiasi kepada warga Dusun Munduk Desa Kaliakah, yang sudah menyelesaikan tahapan karantina dengan baik. Menurutnya mesti dikarantina berdiam diri di rumah 14 hari lamanya tidaklah mudah dan pastinya sulit dilakukan.

Baca Juga :  Kunjungi Kodim Klungkung, Danrem Ingatkan Program Kerja, Anggaran dan Penanganan Covid-19

“Sekali lagi saya ucapkan selamat sudah terselesaikan dengan baik. Namun diingat, setelah dinyatakan selesai dan sehat jangan euforia berlebihan. Bapak/Ibu, usai karantina justru bepergian kemana-mana. Hal itu justru beresiko penyebaran,” kata Adi Wibawa.

Untuk itu, imbuhnya sebelum vaksin ditemukan yang paling penting saat ini adalah disiplin dengan diri sendiri menerapkan protokol kesehatan.

“Sampai saat ini belum ditemukan vaksin Covid-19. Karena itu, vaksin kita saat ini adalah disiplin terhadap diri sendiri. Mari saling menjaga dan melindungi,” tegasnya.(agg/bpn)