Areal persawahan di Kota Denpasar. Sumber Foto : dar/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Berdasarkan hasil monitoring kejadian hari kering berturut-turut dan prediksi probabilistik curah hujan dasarian, terdapat indikasi potensi kekeringan meteorologis hingga dua dasarian ke depan dengan status waspada hingga awas.

Dari hasil monitoring BMKG, wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan meteorologis dengan kategori waspada di antaranya Denpasar, beberapa daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Maluku, NTB dan NTT.

Sementara wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan meteorologis dengan kategori siaga, yakni Buleleng, beberapa daerah di DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB dan NTT.

Kemudian wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan meteorologis dengan kategori awas adalah NTT, tepatnya Kota Kupang.

BMKG mengimbau masyarakat serta pemerintah daerah yang wilayahnya berada dalam daftar tersebut untuk mengantisipasi dampak kekeringan ini terhadap sektor pertanian, yaitu berkurangnya pasokan air pada lahan pertanian. Di samping itu, di sektor lingkungan, yaitu meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan dan berkurangnya sumber air untuk kebutuhan rumah tangga. (dar/bpn)