Ni Ketut Sutarsih, SE dan Ns. Ni Kadek Bayu Sintha Sri Utami, S.Kep. Sumber Foto : ads/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASARSMK Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata menjadi salah satu sekolah unggulan di Bali. Masyarakat selalu mengejar dua sekolah yang bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Gita Asrama Mandala.

Baca Juga :  Kodim Jembrana Raih Prestasi Terbaik Pelayanan KB Sejuta Akseptor Provinsi Bali

Setiap penerimaan peserta didik baru (PPDB), di kedua sekolah berlokasi di Desa Peguyangan Kaja, selalu dipenuhi calon siswa baru melakukan pendaftaran. Terbukti sejak dibuka pendaftaran ulang Calon Siswa Baru Tahun Pelajaran 2020/2021 untuk gelombang pertama dan kedua, sudah ratusan calon siswa baru yang mendaftar ulang.

Ditemui pagi tadi (27/5/2020) saat penyerahan sembako oleh Yayasan, kepada Tenaga Guru, Guru Taman Kanak-kanak, Guru honor dan pegawai. Kepala SMK Bali Dewata, Ni Ketut Sutarsih, SE dan Kepala SMK Kesehatan Bali Dewata, Ns. Ni Kadek Bayu Sintha Sri Utami, S.Kep., mengatakan SMK Bali Dewata tahun ini mencari 400 siswa baru untuk Program Keahlian Akomodasi Perhotelan, Jasa Boga, Multimedia, Teknik Komputer Jaringan dan Akutansi. Sementara SMK Kesehatan Bali Dewata akan menerima 200 siswa baru untuk program keahlian Keperawatan dan Farmasi.

SMK Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata selain memberikan biaya pendidikan terjangkau, mutu lulusan dijamin sukses merebut pasar kerja.

“SMK Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata telah membuka kesempatan bagi lulusan SMP untuk menempuh pendidikan di sekolah kami untuk tahun ajaran baru ini. Sebagai sekolah unggulan dengan segudang prestasi, kami memberikan biaya pendidikan terjangkau, serta memberikan jaminan sukses merebut di pasar kerja,” ungkap Ni Ketut Sutarsih, SE dan Ns. Ni Kadek Bayu Sintha Sri Utami, S.Kep di sela-sela acara penerimaan siswa baru di sekolah setempat.

Bagi masyarakat yang ingin menyekolahkan putra putrinya di SMK Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata bisa dilakukan pendaftaran langsung ke sekolah dan pendaftaran daring melihat website di smkbalidewata.sch.id dan smkkesehatanbalidewata.sch.id serta bisa mengecek sosial media dua sekolah ini lewat Instagram @smkkesehatanbali dan @smkbalidewatadps. Siswa baru cukup mengisi Form Pendaftaran dan tidak dipungut biaya pendaftaran.

“Calon siswa baru juga tidak dipungut uang gedung dan gratis SPP untuk bulan Juli 2020. Kami juga menyiapkan asrama bagi siswa dan khusus untuk siswa baru gratis biaya asrama selama setahun. Untuk SPP tahun ini tak ada kenaikan, SMK Bali Dewata tetap dikenakan Rp 250 ribu/bulan, sementara SMK Kesehatan Bali Dewata Rp 375 ribu/bulan,” papar Ni Ketut Sutarsih, SE dan Ns. Ni Kadek Bayu Sintha Sri Utami, S.Kep.

Lebih lanjut Kepala SMK Bali Dewata, Ni Ketut Sutarsih, SE dan Kepala SMK Kesehatan Bali Dewata, Ns. Ni Kadek Ayu Sintha Sri Utami, S.Kep, mengatakan, soal fasilitas dua sekolah yang berlokasi Jalan Ahmad Yani Utara, Peguyangan, Denpasar Utara ini sangat lengkap dengan gedung lantai 4, laboratorium lengkap, lahan parkir luas, free wifi, dan didukung SDM guru muda profesional dengan mengedepankan PBM yang inovatif, kreatif dan menyenangkan.

Penyerahan Sembako Bagi Guru dan Pegawai. Sumber Foto : ads/bpn

Dua sekolah ini juga menjalin kerjasama dengan Pemerintah Jepang dalam penyaluran tenaga kerja. Tahun lalu sudah diberangkatkan tiga orang lulusan.

“Soal Fasilitas di SMK Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata tidak perlu diragukan lagi, kami memiliki fasilitas lengkap serta di dukung tenaga pendidik profesional dengan mengedepankan pembelajaran yang inovatif dan kreatif sehingga lulusan sudah siap mental dan kompetensi untuk terjun di dunia kerja dan berwirausaha. untuk penyaluran tenaga kami pun sudah bekerjasama dengan Pemerintah Jepang,” pungkasnya.

Baca Juga :  Gubernur Koster Bangun SMA Negeri 1 Abang Seluas 1,4 Hektar

Bagi siswa berprestasi, SMK Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata memberikan apresiasi berupa gratis SPP. Tahun ini SMK Bali Dewata melulusan 186 siswa, sedangkan SMK Kesehatan Bali Dewata 108 siswa. Lulusan SMK Bali Dewata banyak mengisi sektor perbankan dan IT. Sementara lulusan SMK Kesehatan Bali Dewata banyak diterima kerja di apotek.

Bagi juara 1 SPP dibebaskan selama 3 bulan, bagi peraih juara 1 perlombaan di tingkat Provinsi diberi bebas SPP 4 Bulan dan peraih juara ditingkat Kabupaten/Kota diberikan bebas SPP selama tiga bulan.

Untuk yang studi lanjut, tahun ini satu orang lulusan SMK Kesehatan Bali Dewata lolos SNMPTN Jurusan Farmasi Unud atas nama Armida Asya Fahrani. Sementara SMK Bali Dewata tahun ini meloloskan tiga lulusan meraih bangku PTN masing-masing lewat SMBJM atas nama I Kadek Bayu Satria Wibawa di Jurusan Akuntasi Undiksha, lolos SNMPTN di PNB atas nama Ni Komang Sutirtaningsih di Jurusan Manajemen Bisnis Pariwisata, dan I Gusti Ayu Laksmi Bavani Dewi di jurusan Administrasi Bisnis.

Baca Juga :  Cegah Penularan Covid-19, Inilah 9 Imbauan Bupati Tabanan

Sementara Ketua Yayasan Pendidikan Gita Asrama Mandala, I Wayan Cahyadi Adiguna, SE., mengatakan, terus mendukung SMK Bali Dewata dan SMK Kesehatan Bali Dewata untuk tumbuh dan berkembang menjadi sekolah berkualitas. Selain itu, dibandingkan sekolah lain, biaya pendidikan di SMK Bali Dewata dan SMK kesehatan Bali Dewata, sangat murah tapi tidak murahan.

‘’Selaku Ketua Yayasan saya terus memberikan dukungan penuh baik moral dan material agar kedua sekolah ini bisa terus berkembang dan menjadi sekolah terdepan di dalam dunia pendidikan,” harap I Wayan Cahyadi Adiguna.(ads/bpn)