Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNGTingginya volume penangkapan ikan air tawar yang tak sebanding dengan regenerasinya menjadi perhatian serius Pemkab Badung. Karena itu sebagai upaya mengembalikan dan meningkatkan jumlah populasi ikan di perairaan air tawar, seperti sungai dan sumber mata air di lingkungan masyarakat.

Baca Juga :  Tebar 10.000 Benih Lele, Bupati Tamba Harapkan Kelompok Kreatif di Masa Pandemi

Pemkab Badung melalui Dinas Perikanan, secara khusus melakukan penebaran ratusan ribu benih ikan nila di wilayah Desa Gerih, Kecamatan Abiansemal, Selasa (12/5/2020). Kegiatan restoking (penebaran bibit) di perairaan umum ini dilakukan dengan melibatkan masyarakat setempat

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung I Nyoman Suardana mengungkapkan, penebaran benih ikan merupakan langkah Pemerintah Kabupaten Badung dalam mengatasi krisis ikan di perairaan umum, akibat tingginya penangkapan. Karena itu, dengan penebaran benih ikan, ke depan populasi ikan di perairaan umum, diharapkan bisa kembali meningkat.

Lebih lanjut dikatakan, pelepasan benih ikan di sungai dan sumber mata air ini diharapkan juga bisa membantu pendapatan masyarakat. Termasuk pula sebagai upaya menjaga kelestarian alam dan memperbaiki ekosistem perairan di sungai dan mata air setempat. Karena jika penangkapan ikan yang tinggi tak sebanding dengan jumlah populasinya, akan berdampak pada ekosistem air di sungai.

“Selain itu dengan adanya ikan, masyarakat menjadi terdorong untuk menjaga kebersihan sungai dan sumber mata air. Seperti tidak lagi membuang sampah atau segera membersihkan sungai jika ada sampah yang tersangkut. Masyarakat tentu tidak ingin bibit ikan yang ada, nantinya mati karena kondisi air yang kotor. Tak hanya itu, dengan cara ini kami ingin menggelorakan dan menggalakkan kembali semangat gemar makan ikan,” katanya seraya menambahkan jumlah bibit ikan nila yang dilepas pada hari itu sebanyak 100 ribu ekor yang merupakan produksi UPT BBI Badung.

Selain menebarkan benih ikan, dalam kesempatan itu pihaknya juga berharap kepada instansi pemerintah, swasta maupun organisasi sosial kemasyarakatan yang ingin mendonasikan sembako kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19 ini, bisa memanfaatkan olahan ikan air tawar hasil produksi kelompok-kelompok tani ikan yang ada di wilayah Kabupaten Badung, sehingga roda perekonomian di masyarakat bawah tetap bisa bergulir.

“Kami berharap produksi ikan air tawar yang ada saat ini dapat tersalurkan kepada masyarakat penerima sembako sehingga produksi ikan berjalan lancar karena produksi ikan air tawar sangat sehat tidak saja sehat ikannya akan tetapi sehat juga pakan ikannya,” ungkap mantan Kabag Umum ini.(humas-bdg/bpn)