Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Rencana akan dibukanya akses masuk ke Bali di masa pandemi ini mendapat tanggapan dari Kelian Desa Adat Yeh Sanih, Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, I Made Sukresna.

Baca Juga :  Hasil Test Swab Pedagang Pasar Badung Negatif Covid-19

Tokoh yang akrab disapa Jero Cilik ini menyampaikan bahwa rencana membuka akses penerbangan dan pelayaran ke Bali secara bertahap sangatlah berisiko bagi krama (masyarakat) Bali. Pasalnya, hal tersebut bisa menjadi media penularan gelombang kedua Covid-19 antarpulau atau antarprovinsi.

Terlebih, Bali merupakan pusat industri pariwisata dan berbagai kepentingan ekonomi berskala nasional dan global sehingga akan banyak kunjungan ke Bali setelah akses dibuka. Citra Bali yang aman juga bisa menjadi magnet bagi orang-orang untuk berwisata, berbisnis, bahkan tinggal di Bali.

“Jika untuk alasan ekonomi, agar maksimalkan perputaran ekonomi internal Pulau Bali dulu. Karena, risiko yang muncul dengan membuka akses masuk pada Juni nanti terlalu tinggi,” ungkap Jero Cilik.

Ia mengusulkan agar Bali, bahkan Indonesia melakukan langkah menuju era normal baru secara bertahap, terbatas, selektif, dan bersyarat. Menurutnya, langkah pertama setelah ada penurunan kasus positif adalah isolasi pulau, sebelum membuka akses normal baru. Pada fase ini, masyarakat di pulau bersangkutan diizinkan mulai beraktivitas, yaitu terbatas pada kabupaten/kota tertentu dan bidang kegiatan tertentu. Itu pun tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang ketat.

Setelah fase ini benar-benar solid dan menunjukkan hasil bagus, barulah isolasi pulau diperluas mencakup seluruh pulau dan sektor kegiatan. Setelah itu dilanjutkan dengan membuka akses antarpulau, bahkan antarnegara yang sudah bebas pandemi Covid-19 dan ini pun tetap secara selektif dan bersyarat.

“Kami, prajuru, pecalang dan Satgas Gotong Royong Berbasis Desa Adat, telah sukarela bekerja tanpa kenal lelah serta tanpa upah, siang malam untuk melaksanakan instruksi, imbauan, dan arahan pemerintah dalam pengendalian dan penanggulangan Covid-19. Tolong hargai ini dan jangan disia-siakan dengan memberikan kesempatan penularan antarpulau,” tegasnya.

Meski pemerintah telah mencoba melakukan antisipasi dengan membuat persyaratan untuk bisa masuk Bali, menurutnya hal ini belum cukup mengingat sangat mudah mendapatkan surat keterangan sehat atau sejenisnya.

“Kita tidak akan mampu menskrining satu per satu secara detail, jika akses dibiarkan terbuka, meskipun dengan persyaratan,” jelas pemilik Ciliks Homestay di pinggir Pantai Yeh Sanih tersebut.

Baca Juga :  Wabup Suiasa Paparkan Kebijakan Strategis Pemda Badung Kepada Tim Ahli

Menurut Jero Cilik, risiko dan biaya yang dibutuhkan jika terjadi penularan gelombang kedua juga akan menjadi sangat besar. Ia mencontohkan, beberapa hotel bintang lima di Bali sudah mulai menerima booking untuk bulan September dan November, namun bila pada Juni dan Juli terjadi peningkatan jumlah pasien positif di Bali, maka tamu akan berpikir ulang untuk berkunjung ke Bali.

“Kami dengan tegas mengusulkan kepada pemerintah pusat melalui pemerintah daerah agar dilakukan isolasi pulau atau isolasi provinsi sampai bulan Juli atau Agustus, dengan catatan pengangkut logistik pangan, kesehatan, petugas TNI/Polri dan sejenisnya tetap diberikan kelonggaran dengan membawa surat keterangan dan hasil uji Swab negatif terbaru,” tandasnya.

Keberanian Kelian Desa Adat Yeh Sanih ini menyampaikan usulan, karena melihat desa adat dianggap mampu berperan besar melakukan pengendalian Covid-19 di Bali, dan hal ini telah diakui secara nasional, bahkan internasional.

Baca Juga :  Sekda Dewa Indra Minta Mahasiswa KKN Jadi Agen Edukasi Protokol Kesehatan Covid-19

Ia berharap pujian ini tidak sekadar untuk menyenangkan hati krama Bali sesaat, tetapi bisa memberikan kesempatan kepada Bendesa dan Kelian Adat untuk mengusulkan hal yang dianggap terbaik bagi Bali dan Indonesia.

“Kami menunggu respons pemerintah daerah dan pusat untuk segera mengambil langkah serta strategi terbaik dengan isolasi per pulau,” tutupnya.(dar/bpn)