BALIPORTALNEWS.COM – Setelah membuka layanan call center Covid-19, kini UGM membuka call center psikososial Covid-19 bagi sivitas akademikanya.

Layanan call center psikososial ini dibuka sejak Senin (6/4/2020) lalu. Dibuat sebagai upaya untuk memberikan dukungan pada mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan UGM dalam mengurangi beban psikologis dan sosial akibat pandemi Covid-19.

“Utamanya kita buka untuk melayani mahasiswa yang merupakan kelompok paling rentan. Jika membutuhkan dukungan bisa menghubungi call center psikososial UGM di nomor 0811 285 1221,” kata Tim Psikolog Satgas Covid-19 UGM, Dr.Diana Setiyawati, M.HSc.Psy., saat dihubungi Rabu (8/4/2020).

Diana menyebutkan layanan dukungan sosial tersebut ditujukan mahasiswa dan sivitas akademik agar tetap berfungsi optimal dalam situasi krisis. Nantinya setiap sivitas akademika yang menghubungi layanan ini akan diukur kebutuhannya. Selanjutnya, dari hasil pengukuran itu akan dilakukan tindak lanjut. Misalnya, apakah diperlukan pendampingan psikososial selama menjalani phsyical distancing, bantuan pemenuhan kebutuhan dasar, bantuan psikolog hingga psikiater.

Dia menyampaikan layanan call center ini dikembangkan oleh tim Health Promoting University UGM bekerjasama dengan Center for Public Mental Health (CPMH) dan Unit Konsultasi Psikologi Fakultas Psikologi UGM. Adapun tim relawan yang berada di garda depan layanan call center merupakan mahasiswa Fakultas Psikologi UGM.  Relawan Psikologi Gajah Mada (Repsigama) juga diturunkan dan akan bekerjasama dengan sekitar 200 relawan mahasiswa lintas disiplin yang disiapkan bertugas di layanan call center psikososial secara bergantian.

Baca Juga :  Tingkatkan Eksistensi Museum, Disparbud Jembrana Keliling Sasar Pelajar

“Mereka telah dibekali dengan phsycological first aid atau pertolongan pertama psikologis. Jadi saat mendengarkan keluhan sudah mampu menenangkan atau memberikan respon empatik,” ucapnya.

Menurutnya, keadaan saat ini yang tidak biasa menuntut seseorang untuk beradaptasi dengan perubahan dan menghadapi banyak ketidakpastian. Reaksi yang muncul biasanya bisa berupa kecemasan, ketakutan, perasaan negatif/positif berlebihan, sulit konsentrasi, nafsu makan berkurang/berlebih, pola tidur terganggu, dan berbagai reaksi fisik yang membuat merasa tidak nyaman serta mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Jika merasakan hal tersebut jangan ragu untuk menghubungi layanan Call Center Dukungan Psikososial. Kerahasiaan Anda akan terjaga,” jelas dosen sekaligus Kepala CPMH Fakultas Psikologi UGM ini.

Dia menjelaskan terdapat bermacam penyebab individu menjadi lebih rentan dari yang lain untuk mengalami kecemasan, stres, depresi, bahkan pikiran untuk bunuh diri. Beberapa diantaranya adalah memiliki penyakit fisik baik terkait Covid-19 atau penyakit lainnya, menderita sakit secara psiskis sebelum masa pandemik ini, persoalan ekonomi, keterbatasan dalam belajar karena fasilitas tidak mendukung. Lalu, konflik dengan keluarga karena terus di rumah.

Baca Juga :  Maju ke Babak Regional, 2 Siswa Berprestasi Wakili Bali di Kompetisi AHM Best Student 2020 

“Bisa juga karena dan lingkungan tempat tinggal maupun kos yang tidak kondusif seperti ukurannya terlalu kecil atau terlalu padat,” terangnya.

Oleh sebab itu dia kembali menyampaikan kepada sivitas akademika UGM yang merasa membutuhkan dukungan psikososial untuk tidak ragu menghubungi layanan call center psikososial UGM. (ika/humas-ugm/bpn)