Istimewa/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENGDi tengah pandemi Covid-19, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Buleleng berharap agar seluruh perajin produk kerajinan lokal di Buleleng untuk terus berkarya.

Saat ini, langkah yang dapat dilakukan yakni melakukan pemasaran melalui penjualan online. Selain untuk melindungi warisan budaya dari segi kerajinan lokal, hal itu ditujukan untuk membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Saat situasi seperti sekarang ini, tujuan utama dari seluruh kalangan masyarakat tentu untuk memenuhi kebutuhan pokok saja. Baik untuk makan sehari-sehari, ataupun keperluan lainnya selama dianjurkan untuk belajar, bekerja, dan beribadah dari rumah.

Oleh sebab itu, seluruh usaha yang dihasilkan oleh perajin di Buleleng dapat dialihkan ke penjualan online. Jika penjualan hasil kerajinan dilihat kurang peminat dalam situasi saat ini, kiranya dapat mencoba usaha lain seperti penjualan makanan secara online.

“Coba kita cari usaha yang memiliki nilai jual lebih murah, seperti sayur-sayuran mentah, daging, dan apapun itu yang bisa dikirim lewat ojek online,” ujar Ketua Dekranasda Buleleng, Ir. Gusti Ayu Aries Sujati Suradnyana, usai menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada para perajin Buleleng dari Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Pusat, di gedung Wanita Laksmi Graha Singaraja, Selasa (21/4/2020).

Baca Juga :  Wamenparekraf Angela: Refocusing Kualitas dan Target Pasar Pariwisata

Selain itu juga, lanjut Aries Sujati, hal-hal yang dapat dilakukan salah satunya yakni dengan metode lumbung pangan. Lumbung pangan memiliki peran dalam mengatasi kerawanan pangan di masyarakat. Ini dapat dilakukan di pekarangan rumah, atau jika memiliki kebun, dapat dilakukan dikebun sendiri. Seperti tanaman kelor, bayam, kangkung, cabai, terong, ataupun yang lainnya yang dapat dimanfaatkan untuk makan sehari-hari. Selain untuk kebutuhan sendiri, hasil dari lumbung pangan juga dapat dijual melalui penjualan online.

Jika memungkinkan, seluruh perajin juga dapat membantu dalam hal produksi masker. Tentunya bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng. “Saya juga siap membantu untuk mengajarkan cara pembuatan masker,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Didagperinkopukm) Buleleng, Drs. Dewa Made Sudiarta yang turut hadir dalam kesempatan tersebut menjelaskan sejumlah 14 perajin di Buleleng yang menerima bantuan sembako ini merupakan keputusan dari Dekranas Pusat. Disdagperinkopukm telah mengusulkan seluruh pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di Buleleng ke Kementerian Perindustrian. Sehingga ke 14 perajin tersebut merupakan hasil dari evaluasi yang dilakukan oleh Kementerian Perindustrian.

Baca Juga :  UGM Gelar Wisuda Secara Daring dan Luring

“Pandemi Covid-19 ini cukup membuat UKM kita mengalami penurunan produktivitas, namun kita harus bisa bertahan salah satunya dengan metode lumbung pangan tersebut,” jelasnya.

Ditemui di lokasi yang sama, salah satu perajin perak asal Desa Beratan, Kecamatan Buleleng, Putu Sudipta mengungkapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran pemerintah baik itu pemerintah pusat maupun daerah. Khusus untuk kerajinan perak, saat ini memang terlihat cukup minim peminat.

Dari jumlah pesanan yang dilihat sebelum pandemi Covid-19 ini, tiap harinya tetap ada, namun saat ini dalam satu minggu pun belum tentu ada yang memesan. “Seluruh sektor saat ini sedang lesu, semoga pandemi ini cepat berlalu,” singkatnya. (rma/humas-bllng/bpn)