Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar, Drs. I Nengah Madiadnyana, MM.(istimewa)

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASARPembelajaran mandiri di rumah yang berjalan lebih dari satu bulan ini mempengaruhi operasional di sekolah swasta. Pendapatan sekolah dari pembayaran iuran bulanan siswa nyaris tidak ada. Dampaknya, sekolah swasta kesulitan membayar honor guru dan pegawai.

Baca Juga :  Pasca Malam Pergantian Tahun, Volume Sampah di Denpasar Tidak Terjadi Lonjakan

Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar, Drs. I Nengah Madiadnyana, MM, mengatakan kehidupan sekolah swasta berasal dari iuran SPP siswa, apalagi guru kami di sekolah honornya berasal dari SPP siswa. “Kendala saat ini dirasai semua sekolah swasta di Denpasar, bisa dihitung jumlah siswa yang sudah membayar SPP di bulan April hanya 10 persen,” ungkapnya.

I Nengah Madianyana yang juga Kepala SMK PGRI 3 Denpasar menambahkan, orang tua saat ini kesulitan membayar SPP karena kondisi Covid-19 banyak orang tua siswa dirumahkan dan kena PHK.

“Kami berharap segera ditemukan jalan keluar dari permasalahan ini karena banyak sekolah PGRI di Denpasar yang kesulitan membayar honor guru dan menjalankan operasional sekolah,” harap Madianyana.

Baca Juga :  Terkait Kebijakan Pembatasan Jam Malam di Bali, Satgas Enforce Kodim Badung Lakukan Sidak Ke Beberapa Tempat Hiburan Malam

Hal senada juga diungkapkan kepala SMK PGRI 4 Denpasar Drs. Ketut Suarya, M.Pd, masa belajar di rumah dan kondisi Covid-19 yang tak kunjung berakhir menyebabkan banyak siswa yang belum membayar SPP.

“Hampir 90 persen siswa tidak membayar, ini sangat membahayakan kondisi sekolah swasta yang hidup dari iuran siswa,” ungkap Suarya.

Baca Juga :  Rektor UGM Minta Alumni Ambil Bagian dalam Penanganan Covid-19

Padahal siswa sudah diberikan keringanan pembayaran SPP sebesar Rp 50 ribu untuk membeli kuota internet selama pembelajaran dirumah.

Kegelisahan yang sama juga dirasakan Kepala SMK PGRI 1 Denpasar, Drs. I Gusti Ngurah Wiratha, MM dan Kepala SMK PGRI 2 Badung I Gusti Ketut Sukadana, kedepan berharap ada bantuan dari pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan ini demi menjaga eksistensi sekolah swasta mengingat proses penerimaan siswa baru juga sudah dekat.(ads/bpn)