Wabup Suiasa saat melaksanakan Vidcon High Level Meeting dengan BI Perwakilan Bali, Kamis (9/4/2020) di Puspem Badung.

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung tengah berupaya menjaga stabilitas harga bahan pangan pokok di wilayahnya. Upaya ini dilakukan agar di tengah situasi penyebaran Virus Corona (Covid-19), seluruh harga kebutuhan bahan pangan tetap terjangkau di masyarakat. Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa mengatakan, Pemkab Badung telah memprioritaskan untuk menjaga ketersediaan bahan pangan pokok. Disebutkan ada empat aspek yang menjadi perhatian pemerintah.

“Pertama dari sisi stok, kedua dari ketersediaan pasokan, ketiga distribusi dan keempat yang paling penting adalah stabilisasi harga,” kata Wabup Suiasa, Kamis (9/4/2020) di Puspem Badung saat melaksanakan Vidcon High Level Meeting dengan BI Perwakilan Bali dalam rangka menjaga ketersediaan dan kestabilan harga bahan pokok guna menekan laju inflasi daerah saat mitigasi Covid-19. Pada kesempatan itu Wabup Suiasa didampingi oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Badung.

Ditambahkan Wabup Suiasa dari sisi stok, pemerintah setiap satu minggu sekali melakukan rapat koordinasi dengan OPD terkait membahas mengenai monitoring seluruh bahan pangan pokok. Di mana, dalam rapat tersebut dibahas bagaimana ketersediaan stok per hari, dan kebutuhan untuk beberapa bulan ke depan.

Baca Juga :  Lab PCR Buleleng Segera Rampung, Capai 45 Tes Sehari

“Jadi sudah ada neracanya semua setiap hari kita monitor kami juga perkirakan ketahanan stok kita mampu sampai berapa bulan kedepan,” jelasnya.

Terkait dengan pasokan, pemerintah telah melibatkan banyak sektor, utamanya yang bergerak di sektor riil. Keterlibatan pengusaha tersebut untuk menjamin pasokan bahan pangan. “Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak sampai terjadi panic buying pada saat kondisi seperti ini karena stok pangan kita masih sangat memadai guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Melalui High Level Meeting ini, target kami adalah sinergi dari berbagai institusi menjadi lebih kuat. Dengan demikian berbagai program pengendalian inflasi dapat dilakukan dengan maksimal dan astungkara inflasi dan harga-harga tetap terjaga,” ucapnya.(humas-bdg/bpn)