Baliportalnews.com
Baliportalnews.com

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Kasus demam berdarah (DB) di Bali meroket tajam di tengah wabah pandemik Covid-19 (Corona). Termasuk di Kota Denpasar. Karena itu, Dinas Kesehatan Kota Denpasar meminta masyarakat, termasuk di lingkungan pendidikan untuk waspada bahaya penyakit DB. Mengingat, mulai memasuki musim pancaroba.

Terkait hal itu, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, menginstruksikan sekolah untuk mewaspadai kasus DB dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Sekolah diminta agar memperhatikan bak mandi sekolah selama tidak difungsikan oleh warga sekolah supaya tidak diisi air atau kondisi bak air dalam keadaan kering.

Baca Juga :  18 Siswa di Denpasar Terima Beasiswa Pendidikan dari CSR BPD Bali

Kadisdikpora Kota Denpasar, I Wayan Gunawan mengatakan pihaknya sudah mengintruksikan ke sekolah-sekolah untuk mengingatkan siswa yang saat ini belajar di rumah untuk selalu memperhatikan kebersihan lingkungan, terutama memastikan tidak ada genangan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

“Serta, menguras bak mandi di rumah dengan bersih,’’ ujar Gunawan, Minggu (12/4/2020).

Gunawan berharap lingkungan pendidikan dapat mencegah DB dengan ikut serta memberantas sarang nyamuk. Dia mengatakan masyarakat punya cukup waktu untuk menjaga kebersihan rumah di masa physical distancing karena pandemi Corona.

“Semoga tidak jatuh korban DB. Sebab, saat ini tengah berjuang menangani pandemi Covid-19. Oleh karena itu, jangan sampai ini memperburuk kondisi pandemi Covid-19. Lakukan pembersihan sarang nyamuk di rumah. Waktu kita cukup banyak berada di rumah,” tambah Gunawan.

Baca Juga :  Masa Belajar Siswa di Rumah Diperpanjang

Ia mengajak keluarga besar lingkungan pendidikan di Kota Denpasar, kembali melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk. Gunawan menyebut gerakan tersebut dilakukan dengan gerakan 3M, yaitu menutup, menguras, dan mengubur.

“Antara lain dengan gerakan 3M, menguras tempat tempat air, menutup tempat penampungan air, kemudian mengubur barang bekas. Termasuk juga kemungkinan adanya sarang-sarang nyamuk dimana-mana, kemudian juga membangun hidup bersih,’’ pungkas Gunawan. (pus/bpn)