BALIPORTALNEWS.COM – UGM membuka saluran komunikasi untuk mahasiswanya yang mengalami kesulitan akses logistik akibat wabah Covid-19.

Saluran ini berupa call center posko logistik UGM yang beroperasi selama 24 jam. Call center berfungsi untuk mengetahui kondisi para mahasiswa, khususnya pemenuhan kebutuhan pokok saat menjalani phsyical distancing di kos atau kontrakan selama pandemi Covid-19.

“UGM membuka call center posko logistik ini untuk menjaring mahasiswa UGM yang terkendala dalam akses logistik dan belum mendapat bantuan dari manapun. Utamanya untuk mahasiswa yang kos, mahasiswa bidikmisi, dan mahasiswa afirmasi,” ungkap Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr.Suharyadi melalui sambungan telepon, Kamis (9/4/2020).

Dia menjelaskan call center ini juga menjadi sarana komunikasi antara mahasiswa dengan gugus tugas logistik UGM. Mahasiswa yang kesulitan untuk mengakses kebutuhan logistik dapat menghubungi layanan call center untuk menyampaikan aduannya.

Ada enam hotline yang dapat dihubungi oleh mahasiswa. Hotline tersebut dibuat per klaster yang ada di UGM yaitu klaster agro, klaster medika, klaster saintek, klaster soshum, sekolah vokasi, dan sekolah pascasarjana.

Baca Juga :  Kemenag Gelar Lomba Film Pendek Pemuda Hindu, Ini Ketentuannya

Call center Posko Logistik ini baru dibuka pada Rabu (8/4/2020) lalu. Sejak dibuka telah masuk sebanyak 17 penelpon mahasiswa yang menyampaikan aduannya terkait kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan pokok selama pandemi Covid-19.

Haryadi menyampaikan data aduan yang masuk di call center selanjutnya diverifikasi sebelum diberikan bantuan logistik. Adapun bantuan paket logistik dapat diambil langsung di Gelanggang UGM yang beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00-13.00 WIB. Sementara bagi mahasiswa yang terkendala transportasi, bantuan akan dikirim melalui jasa pengiriman ojek online.

“Kami akan berikan bantuan 1 paket logistik bagi setiap mahasiswa yang membutuhkan untuk pemenuhan kebutuhan 1 minggu. Lalu, minggu berikutnya akan diberikan lagi,” urainya sembari menyebutkan satu paket logistik berisi beras, kue kering, mie instan, kecap, saos, peralatan mandi, serta vitamin.

Dia mengatakan bahwa setiap fakultas di UGM sebelumnya telah bergerak memberikan bantuan pada mahasiswanya yang mengalami kesulitan akses logistik dalam jumlah dan bentuk paket logistik yang variatif serta durasi waktu yang berbeda-beda.  Hal serupa juga dilakukan universitas yang telah memberikan bantuan logistik kepada sekitar 900 mahasiswa.

Baca Juga :  Pangapti: Film Dokumenter yang Mengisahkan Perjuangan Trans-Bali 1963 di Pelosok Way Kanan Lampung

“Lewat call center ini kita berusaha menjaring lagi mahasiswa-mahasiswa yang sama sekali belum mendapat bantuan dari fakultas maupun universitas,” terangnya. (humas-ugm/bpn)