Surat Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali tentang Upcara Nunas Ica.

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali berencana menempuh cara niskala dalam mencegah dan menanggulangi wabah Virus Corona (Covid-19). Beberapa kegiatan tersebut melibatkan seluruh bendesa, pemangku dan umat Hindu di Bali.

Khusus untuk di Desa Adat se-Bali, nunas ica dengan menghaturkan pejati mulai Selasa (31/3/2020) atau bertepatan dengan Anggara Umanis, Wuku Krulut, mulai pukul 18.00 Wita nyejer sampai dengan wabah Covid-19 berakhir da nada pemberitauan lebih lanjut.

Di lebuh pekarangan menghaturkan nasi wong-wongan, ulam bawang jahe dan uyah atau garam, beralaskan muncuk daun pisang (don telujungan).

Sedangkan untuk di Merajan/Sanggah Keluarga, diminta untuk menghaturkan Banten Pejati dilengkapi dengan bungkak gadang atau bungkak gading di masing-masing merajan atau sanggah keluarga, Kamis (2/4/2020) besok.

“Ketentuannya, kepala berwarna putih, tangan kanan warna merah, tangan kiri warna kuning, badan (manca warna) dan kaki warna putih,” tulis surat Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali, IGAK Kartika Jaya Seputra nomor 472/1640/PPDA/DPMA itu.

Upacara pencegahan ini berdasarkan hasil pertemuan dengan Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali.

Baca Juga :  Kemenperin Gelar Pelatihan 3 in 1 Serentak 7 BDI

“Upacara dilaksanakan secara serentak pada pukul 18.00 Wita dengan menghaturkan pejati dan nyejer sampai wabah Covid-19 berakhir,” kata Kepala Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra, dalam keterangannya pada Selasa (31/3).

Dia menyebutkan, tata laksana upacara tersebut tetap mengacu pada protokol keamanan kesehatan. “Tentunya dengan tetap menerapkan protokol keamanan kesehatan,” sebutnya.

Hal yang sama juga diharapkan dilakukan oleh para Pamangku di Pura Kahyangan Tiga Desa Adat dengan nyejer daksina sampai dengan wabah mereda atau ada pemberitahuan lebih lanjut.

Khusus untuk pelaksanaan upacara di Pura Tri Kahyangan Desa Adat dilakukan pada 2 April sampai 7 April 2020 agar dihaturkan Banten Pejati dilengkapi dengan bungkak gadang atau bungkak gading yang dilaksanakan setiap hari.

“Pelaksanaan upacara ini (di Pura Tri Kahyangan dan Merajan masing-masing, Red), disertai dengan persembahyangan di desa adat dan merajan atau sanggah keluarga masing-masing. Selanjutntya, air bungkak nyuh gadang atau nyuh gading dipercikkan dan diminum bersama-sama,” tulis IGAK Kartika Jaya Seputra dalam suratnya.(pus/bpn)