BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Sehari setelah pelaksanaan Hari Suci Nyepi Caka 1942, masyarakat biasanya kembali beraktivitas normal. Namun demikian lantaran berada pada masa siaga penanganan dan kewaspadaan terhadap Virus Corona (Covid-19), masyarakat diimbau untuk tetap berada di rumah saat pelaksanaan Ngembak Geni atau sehari setelah Hari Suci Nyepi, Kamis (26/3/2020).

Hal tersebut implementasi Instruksi Walikota Denpasar Nomor : 434/571/DKIS/2020 tertanggal 24 Maret 2020, sebagai tindaklanjut atas Himbauan Gubernur Bali Nomor : 45/Satgascovid19/III/2020 tanggal 23 Maret 2020.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, ruas jalan di Kota Denpasar tampak lengang, fasilitas publik dan kantor pemerintahan masih belum beroperasi lantaran cuti bersama, supermarket, swalayan, mall dan pasar tradisional tampak tutup.

Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa langkah preventif pencegahan memang terus dimaksimalkan Pemkot Denpasar. Beragam upaya terus ditempuh guna meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Baca Juga :  Wanita Asal Jogja Terpaksa Berurusan Dengan Pecalang

Dengan instruksi walikota ini diharapkan dapat dilaksanakan dengan baik dan dipatuhi oleh masyarakat. Hal ini sebagai wujud penerapan social distancing dan physical distancing.

“Iya serangkaian Ngembak Geni masyarakat diimbau untuk tetap di rumah, diharapkan hal ini dapat memutus rantai penyebaran virus corona dan mensterilisasi seluruh wilayah Kota Denpasar,” ujar Dewa Rai.

Lebih lanjut dikatakan bahwa masyarakat diharapkan mengikuti arahan pemerintah, utamanya untuk tetap di rumah sementara. Menunda bepergian jika tidak mendesak.

“Ayo bersama-sama memutus rantai penyebaran virus corona ini, dengan selalu menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) serta mematuhi arahan pemerintah untuk tidak keluar rumah, lindungi diri dan lindungi sesama,” pungkas pejabat asal Klungkung ini. (ags/humas-dps/bpn)