BALIPORTALNEWS.COM – Medan Creative Hub di bawah naungan Rumah Karya Indonesia kembali menyelenggarakan Gosip Namboru (Ngobrol Asik Pekarya dan Narasumber Baru) pada Kamis (5/3/2020) lalu di Caldera Coffe Medan.

Medan Creative Hub merupakan wadah untuk mengenalkan kreativitas anak muda Sumatera Utara. Gosip Namboru kali ini mengusung tema Detik Monumentum Equaliz.

Tema ini menceritakan bagaimana perjalanan Band Equaliz merambah panggung musik nasiona hingga menerbitkan album Monumentum. Equaliz sendiri merupakan band rock alternatif dari Kota Medan yang turut berpartisipasi karya dikancah industri musik tanah air. Sejak pembentukannya di tahun 2014, tema kehidupan, sosial, cinta dan harapan telah menjadi konsisten dalam musik Equaliz.

Nama Equaliz memiliki makna tersendiri sebagai kesetaraan yang terinspirasi dari kata Equal (dalam bahasa Inggris yang berarti sama atau seimbang). Equaliz digawangi oleh 5 orang personil, yaitu Benny Tambak (Vocal), Mueq Manik (Guitar rhythm/melody), Salomo Sianturi (Keyboard), Joseph Reno (Bass), dan Pandde Goppaz (Drum).

Pada tahun 2017, salah satu karya original Equaliz berjudul Pergi-Pergilah Kau berhasil masuk ke dalam album kompilasi yang bertajuk Mighty8 SuperMusic.ID Rockin’Battle.

Baca Juga :  Cerita Mahasiswa KKN UGM Bantu Siswa Kesulitan Belajar di Tengah Pandemi

Pencapaian album kompilasi ini merupakan sebuah hasil akhir dari beberapa tahap audisi band rock di Indonesia dan di produksi secara profesional oleh Aquarius Musik Studio di Jakarta.

Pada tahun 2019, Equaliz telah merilis album perdananya secara independent yang bertajuk Monumentum dan berisikan sembilan karya lagu di platform digital seperti iTunes, Apple Music, Spotify, JOOX dan Deezer.

Sebelum masuk ke aliran musik rock sebenarnya kita itu benny,  gopaz, dan mueq itu tergabung ke satu band beraliran reggea. Target Equaliz menjamah ranah industri Membuat mereka mencari tau apa aliran musik yang lagi nyaman di dengerin sama anak muda. Rock akhirnya menjadi pilihan.

Sampai ssekarang Equaliz masih mempproduksi musik sendiri tanpa naungan rumah produksi. Pilihan ini diambil karena merasa tidak bisa merdeka membuat lirik,  musik dan tidak bebas untuk berekspresi.

“Jadi kita jalanin yang independen tapi dalam ranah industri” ujar mereka.

Medan Kreative Hub sendiri akan kembali mengadakan Gosip Namboru pada 2 April mendatang.(r/bpn)