I Gde Nala Antara, Dosen Prodi Sastra Bali, Universitas Udayana

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pembatasan aktivitas di luar ruangan pascameluasnya sebaran Covid-19 dimanfaatkan BASAbali Wiki untuk mengembangkan bahasa Bali di ranah digital. Kompetisi Virtual Wikithon 2020 digelar secara daring untuk unjuk kemampuan berbahasa Bali.

Pembina Yayasan BASAbali Wiki, I Gde Nala Antara yang juga akademisi Sastra Bali Universitas Udayana ini menjelaskan Kompetisi Virtual Wikithon adalah lomba memasukkan kalimat berbahasa Bali ke Kamus Daring BASAbali Wiki di laman https://dictionary.basabali.org. Kompetisi digelar 29 Maret 2020 selama 12 jam dari pukul 10.00 Wita hingga 22.40 Wita.

Baca Juga :  Kagama Bali dan Arma Museum Persembahkan "Kerthamasa"

“Kompetisi 12 jam ini dibagi dalam enam sesi. Pemenang adalah peserta yang paling banyak mengentri kalimat di setiap sesi. Untuk pemenang, kami telah menyiapkan beragam hadiah menarik di setiap sesi,’’ katanya, Minggu (29/3/2020).

Lebih lanjut dijelaskan, dalam kompetisi tersebut setiap peserta akan berkompetisi memasukkan kalimat yang terdiri dari empat kata atau lebih sesuai dengan tata bahasa Bali, kesantunan berbahasa Bali, dan ejaan bahasa Bali. Kalimat tidak boleh bernuansa SARA maupun pornografi. Kompetisi akan dipandu panitia secara daring melalui seluruh akun media sosial BASAbali Wiki.

Baca Juga :  Sabia "Butuh Cinta" di Tengah Pandemi

Sedangkan, hadiah-hadiah yang disediakan bagi pemenang meliputi tiket masuk gratis ke Waterbom dan Finns Recreation Club, voucher belanja di merchant-merchant keren di seluruh Indonesia, coklat dari SORGA Bali Chocolate, Taco, t-shirt keren, dan Pizza dari Riviera Sanur.

“Para peraih nilai tertinggi dalam setiap sesi juga akan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 500 ribu,’’ ucap Nala Antara.

Kompetisi Virtual Wikithon 2020 diikuti sebanyak 133 peserta. Mereka berasal dari seluruh kabupaten/kota di Bali, bahkan seorang peserta tercatat beralamat di Thailand. Dari sisi usia, peserta yang mengikuti kompetisi ini berada dalam rentang usia 16-52 tahun, dengan rata-rata peserta berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa.(pus/bpn)