BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – The Keranjang turut merayakan hari kasih sayang, Valentine’s Day, yang bertepatan dengan bulan Februari tahun 2020 ini dengan cara berbeda.

Melalui Kampung Langit sebagai desa wisata indoor pertama di Bali, Kampung Langit mengajak para pengajar untuk “Mendidik anak dengan cinta”.

Seperti yang diketahui, dewasa ini kepedulian mengenai dunia pendidikan anak-anak tidak hanya berfokus pada materi pelajaran, tetapi juga bagaimana pengaruh setiap orang yang berperan sebagai pengajar para anak-anak. Setiap pengaruh yang diberikan oleh sang pengajar akan berimbas pada respon anak-anak.

Dengan pengaruh positif dari para pengajar saat memberikan materi pelajaran akan membantu pertumbuhan mental dan respon anak-anak untuk berkembang dengan baik. Hal ini lah yang melatarbelakangi Kampung Langit untuk mengajak para pengajar dalam memahami kebutuhan pendidikan anak-anak yang dimulai dari cara mengajar.

Kampung Langit menggandeng Psikologist Retno IG Kusuma, selaku Konsultan Psikologi & Learning Center Pusat Terapi Anak & Remaja, yang pada hari Sabtu (22/02/2020) lalu memberikan seminar kepada para pengajar di Bali mengenai “Mendidik Anak Dengan Cinta”.

Baca Juga :  Seorang Residivis Ditangkap Saat Mengendarai Sepeda Motor

Pada kesempatan ini, Ibu Retno IG Kusuma berfokus pada P&3K yakni mengenai perhatian, kasih sayang, konsistensi dan kebutuhan anak dalam masa mengajar. Seminar yang diikuti oleh 80 para pengajar dari sekolah-sekolah di Bali ini bertujuan untuk memberi pelatihan sekaligus informasi kepada para pengajar untuk mengajar anak-anak dengan cinta.

Dimulai dengan gaya belajar yang menggunakan unsur komunikasi antar pengajar-anak dan mengajarkan anak untuk mengekspresikan kebutuhan dan kondisi secara jujur, terbuka dan dengan bahasa yang dapat dipahami oleh lingkungannya. Melalui gaya mengajar ini diharap para pengajar dapat mengetahui mengenai kebutuhan anak-anak dan dapat melatih anak dalam berkomunikasi dengan diri sendiri mau pun dengan orang lain.

“Temanya dari acara ini masih dalam peringatan hari valentine ya, The Keranjang mengajak guru-guru di Bali untuk mengikuti pelatihan dari Psikolog Retno IG Kusuma bagaimana untuk mendidik dengan cinta, mulai dari cara hingga gaya mendidiknya itu seperti apa. Atau training of trainer yang kita adakan di Kampung Langit dari kawasan wisata The Keranjang Bali,” ungkap Head of Marketing The Keranjang Bali, Fauziah Fatimah.

Baca Juga :  Kapolres Badung Berbincang Santai dengan Masyarakat

Seminar ini juga berperan penting untuk Kampung Langit, sebagai sarana pendidikan di luar kelas untuk menunjang ilmu pengetahuan budaya agar anak-anak dapat lebih mengenal dan mencintai budaya sejak dini. Seperti diketahui sebelumnya, Kampung Langit merupakan bagian dari kawasan wisata The Keranjang Bali yang menampilkan fragmen kehidupan masyarakat Bali dan merupakan desa wisata budaya indoor pertama di Indonesia yang hadir di Bali.

Kampung Langit menghadirkan beragam aktivitas budaya seperti membuat gerabah, membuat jamu, belajar memainkan alat musik, dan membatik. Selain kegitan budaya, anak-anak juga dapat menyaksikan beragam pertunjukkan drama dan tari khas Bali seperti Super Sambrag, Goddessa, dan bertemu dengan Mego & Megi yakni maskot dari Kampung Langit.

“Karena Kampung Langit juga merupakan wisata edukasi ya, kita ingin mengajak guru-guru di wilayah Bali untuk belajar bersama dalam mendidik anak-anak dengan cinta baik di dalam kelas mau pun di luar kelas. Sekaligus dapat mengedukasi para anak-anak melalui kegiatan-kegiatan yang kita sediakan di Kampung Langit juga. Harapan kami pastinya dari The Keranjang Bali agar kegiatan ini bermanfaat bagi banyak orang khususnya bagi para pengajar dan kegiatan positif ini dapat terus berjalan dan menjadi agenda kami setiap 3 bulan ya,” ungkap Fauziah.

Baca Juga :  Gelar Event Kuliner, Upaya Promosikan Goa Jepang Sebagai Tempat Wisata

Bukan kali pertama mengadakan seminar pendidikan, Kampung Langit sebelumnya telah mengadakan seminar yang bertajuk “Manfaat Belajar di Luar Kelas” untuk para pengajar. Kampung Langit pun berencana agar kegiatan ini dapat menjadi kegiatan berkelanjutan dimana Kampung Langit menjadi tempat untuk para pengajar dalam mendapatkan pelatihan mengenai cara mengajar dan menjadi tempat untuk anak-anak dalam mengenal dan mencintai budaya.

Seminar “Mendidik Anak Dengan Cinta” ini pun ditutup dengan kegiatan tur berkeliling Kampung Langit bersama para pengajar. (r/bpn)