BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Seka Teruna (ST) Eka Suara Cipta Banjar Palagiri, Desa Penatih Dangin Puri, Denpasar Timur, Rabu (25/12/2019) malam lalu, merayakan HUT ke-20. Perayaan HUT digelar meriah dihadiri Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara.

Puncak HUT ditandai dengan pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun oleh Ketua ST Eka Suara Cipta, IB Putu Cahya Pramananda, bersama Wakil Walikota Jaya Negara; anggota DPRD Kota Denpasar, I Putu Gede Menala Wisnawa; Sekcam Denpasar Timur, Made Tiriana, dan Perbekel Penatih Dangin Puri, I Wayan Kamar. Acara juga dihadiri tokoh masyarakat Banjar Palagiri, I Made Toya yang juga Asisten I Setda Kota Denpasar. Saat itu, Jaya Negera juga menyerahkan dana motivasi untuk ST Eka Suara Cipta.

Ketua ST Eka Suara Cipta, IB Putu Cahya Pramananda, mengungkapkan, momentum HUT selain dimaknai sebagai peringatan hari jadi, sekaligus sebagai ajang menjalin silaturahmi membangun rasa kebersamaan yang baru di era milenial. Perayaan HUT ke-20 juga memberi hiburan segar bagi warga dengan menghadirkan grup lawak Bali Kaki Cs dan Gapul, Nanoe Biroe dan Lebri Pratami.

Baca Juga :  Bir Bintang Dukung Inisiatif Pemerintah Bali Demi Keamanan dan Kenyamanan Wisatawan

Wakil Walikota Jaya Negara mengapresiasi pelaksanaan HUT ke-20 ST Eka Suara Cipta yang penuh kreativitas seni. Inilah kata Jaya Negara, anggota seka teruna sebagai organisasi tradisional mampu melestarikan adat budaya Bali berdasarkan agama Hindu.

Jaya Negara mengingatkan, di era milenial ini seka teruna mampu sebagai benteng melestarikan adat budaya Bali. Disamping itu, seka teruna bisa mewakili generasi muda dalam menyukseskan berbagai aktivitas pembangunan di era global ini dan seka teruna mampu mengikuti perkembangan jaman yang kian maju, sekaligus juga bisa sebagai filter budaya asing.

Selain itu, Jaya Negara juga berpesan kepada seka teruna agar tidak melakukan kegiatan yang dapat mengganggu ketertiban umum, seperti balap liar. Selain itu juga seks bebas, mabuk-mabukan, narkoba ataupun narkotika. Sebagai generasi penerus bangsa dan tulang punggung negara, seka teruna harus meningkatkan kreativitas dalam pelestarian seni, adat dan budaya.

‘’Terlebih di era revolusi 4.0 yang serba teknologi, seka teruna harus menjadi SDM unggul yang memiliki daya saing tinggi dan berintegritas dalam rangka mengisi pembangunan di segala bidang. Kuncinya adalah terus mengisi diri dengan belajar dan belajar,’’ terangnya. (tis/bpn)