Hosting Unlimited Indonesia

BALIPORTALNEWS.COM, JATINANGOR – Rektor  Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Rina Indiastuti, M.SIE. mengukuhkan dua guru besar baru Unpad dalam Prosesi Pengukuhan dan Orasi Ilmiah Jabatan Guru Besar di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad Jalan Dipati Ukur Nomor 35 Bandung, Jumat (8/11/2019) pagi.

Dua guru besar baru tersebut adalah Prof. Dr. Zuzy Anna, S.Si., M.Si. dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dan Prof. Dr  rer. nat. Yudi Rosandi, S. Si., M.Si. dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Prof. Zuzy dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang ilmu Ekonomi Sumber Daya Perikanan, Kebijakan Sumberdaya Perikanan. Pada kesempatan tersebut, Prof. Zuzy membacakan orasi ilmiah berjudul “Pemanfaatan Model Bio-Ekonomi dalam Pengelolaan Sumber Daya Perikanan yang Berkelanjutan”.

Prof. Zuzy mengatakan bahwa untuk menyelesaikan berbagai masalah perikanan di Indonesia, dibutuhkan kebijakan melalui pengembangan riset model bio-ekonomi.

Dijelaskan Prof. Zuzy, model bio-ekonomi perikanan sebagaimana juga model-model lain yang dihasilkan dalam kerangka sains adalah respresentasi dari dunia nyata.  Model bio-ekonomi dianggap lebih multi dimensi dan komprehensif, serta mengakomodasikan kepentingan sosial dan ekonomi pelaku perikanan (fish for man), disamping tetap mempertahankan keberlanjutan sumber daya ikan (fish for fish).

“Penggunaan model yang lebih multi dimensi, dianggap lebih dapat diandalkan dan lebih rasional. Kebijakan yang dihasilkan dari studi bio-ekonomi akan menghasilkan perikanan yang efisien dan optimal,” ujar Prof. Zuzy.

Dengan demikian,  pemanfaatan model bio-ekonomi dalam pengelolaan perikanan diharapkan dapat mendorong pencapaian target melestarikan dan memanfaatkan secara berkelanjutan sumber daya kelautan dan samudera untuk pembangunan berkelanjutan. Hal tersebut sesuai dengan yang termaktub dalam Sustainable Development Goals No. 14.

Sementara itu, Prof. Yudi Rosandi yang dikukuhkan dalam bidang ilmu Komputasi Fisik membacakan orasi ilmiah berjudul “A Glance into the World of Atoms”.

Dalam paparannya Prof. Yudi mengatakan bahwa metode berbasis partikel seperti Dinamika Molekuler, atau secara singkat dapat dipanggil MD, membuka kemungkinan untuk melakukan pemodelan dalam hal yang sangat krusial seperti dalam ilmu kesehatan.

Dalam bidang ini metode MD telah digunakan untuk mempelajari interaksi antar molekul dengan protein, penemuan obat baru (drug discovery), dan mempelajari serta menemukan cara penyebaran substansi obat (drug delivery).

“Bidang-bidang riset yang saya ambil sebagai contoh ini memerlukan pendekatan multidisiplin, sehingga kerjasama antar ilmu adalah suatu hal yang mutlak harus dilakukan,” tutur Prof. Yudi.

Dalam skala makroskopik, simulasi berbasis partikel dapat dikembangkan untuk kasus-kasus pergerakan materi yang lebih besar, seperti gerakan fluida dan gerakan tanah. Semua ini dapat dianalisis secara detail melalui perangkat komputer, selama model matematis yang fundamental dari kasus yang dihadapi dapat diketahui.

“Namun, tanpa landasan teoretik dan pemahaman konsep dasar ilmu pengetahuan yang kuat, pemodelan dapat menghasilkan data yang tidak tepat. Oleh karena itu simulasi dan pemodelan harus selalu berlandasan pada ilmu-ilmu yang mapan dan kajian mendalam mengenai fenomena yang akan dimodelkan,” imbuhnya.

Prof. Yudi pun telah membangun sebuah infrastruktur komputasi yang dapat digunakan bersama oleh sivitas akademika Unpad, agar dapat mempercepat proses analisis data penelitian dan menghasilkan luaran penelitian berkualitas.

“Fasilitas ini saya beri nama Guriang, yang kini dapat diakses secara luas dari seluruh dunia dengan nama guriang.unpad.ac.id melalui akses jaringan jarak jauh. Saya berharap keberadaan dari fasilitas komputasi ini dapat terus dikembangkan sehingga mengangkat kualitas penelitian yang berbasis komputasi dan pemodelan di Universitas Padjadjaran yang saya cintai,” ujar Prof. Yudi.(humas-unpad/bpn)

loading...