BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Kota Denpasar kembali mengirimkan duta terbaiknya pada ajang Penilaian Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Bali Tahun 2019. Kali ini, SMP PGRI 3 yang merupakan Juara I Lomba Sekolah Sehat Kota Denpasar Tahun 2018 didapuk mewakili Kota Denpasar di ajang tingkat provinsi. Visitasi dan Penilaian dipusatkan di Lapangan SMP PGRI 3 Denpasar, Jumat (27/9/2019).

Hadir dalam kesempatan tersebut Kadis Kesehatan Kota Denpasar, dr. Luh Putu Sri Armini, Camat Denpasar Barat, AA Made Wijaya, Pimpinan OPD serta Tim Penilai Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Bali.

Kepala Sekolah SMP PGRI 3 Denpasar, Dr. I Made Suada dalam sambutannya mengatakan bahwa sebagai upaya mewujudkan peserta didik yaang memiliki kualitas serta sehat jasmani dan rohani maka dibutuhkan penyelenggaraan kesehatan sekolah. Hal ini tertuang dalam UU Nomor 23 Tahun 1992 tentang penyelenggaraan kesehatan sekolah untuk meningkatkan kemampuan hidup peserta didik.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa peranan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sangatlah penting. Mengingat UKS merupakan sarana guna memberikan serta memastikan kesehatan , kenyamanan, dan kondusifitas pelaksanaan proses pendidikan di sekolah.

Baca Juga :  Disaksikan Menkumham, Kanwil Kemenkumham Bali Tandatangani MoU dengan Undiknas

Tak hanya itu, Suada mengatakan bahwa beragam inovasi terus digalakkan dalam rangka mewujudkan sekolah sehat. Yakni penyediaan pengaturan pembuangan air limbah, pembuatan biopori, tong sampah underground, pengolahaan sampah organik, sikat gigi bersama, PHBS serta kantin sehat.

“Beragam upaya terus kami maksimalkan, sehingga mampu mewujudkan SMP PGRI 3 Denpasar sebagai sekolah sehat dan juga kami sangat komitmen untuk mengurangi plastik dengan mewujudkan green school,” terangnya.

Kadis Kesehatan Kota Denpasar, dr. Luh Putu Sri Armini mewakili Walikota Denpasar mengatakan bahwa SMP PGRI 3 Denpasar sebelumnya merupakan Juara I Lomba Sekolah Sehat Tingkat Kota Denpasar. Sehingga pada tahun ini didaulat menjadi wakil Kota Denpasar pada ajang Penilaian Sekolah Sehat SMP Tingkat Provinsi.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa penilaian lomba sekolah sehat ini hanyalah sarana. Namun lebih dari itu bagaimana mampu mengimplementasikan trias UKS dengan menekankan langkah preventif dan promotif dalam mendukung pelaksanaan sekolah sehat.

“Jadi bukan tentang bagaimana mengobati setelah sakit, tapi bagaimana langkah preventif atau pencegahan dalam meminimalisir kasus serta mampu mendukung kesehatan jasmani, rohani dan lingkungan sekolah,” terangnya.

Baca Juga :  Petani Milenial di Kota Denpasar Dilatih Produksi Es Krim dan Sirup Jagung Manis

Sekolah Sehat juga merupakan sarana sekaligus trobosan dalam rangka pencegahan Stunting. Dimana hal ini tal lepas dari peran penting sekolah melalui UKS. “Jadi tidak hanya sekadar lomba saja, melainkan bagaimana bisa memberikan manfaat berkelanjutan dalam mendukung kesehatan masyarakat dalam hal ini adalah siswa sebagai upaya mendukung smart generation dan SDM Unggul,” ujarnya.

Ketua Tim Sekolah Sehat Tingkat Provinsi Bali dalam sambutanya yang dibacakan oleh Anggota Tim, I Wayan Yuda menjelaskan bahwa lomba sekolah sehat ini merupakan salah satu strategi untuk menjadikan masyarakat yang sehat, cerdas, unggul dan berbudi pekerti luhur. Sehingga mampu mendukung kemajuan dalam pembangunan daerah dan nasional.

Adapun yang menjadi aspek penilaian dalam lomba sekolah sehat kali ini sebanyak 12 bidang. Yakni Kantin, Duta Pangan, Jajanan Sehat, Pelayanan Kesehatan, Kebugaran Jasmani, Gizi Remaja, Sikat Gigi, Kerohanian, PHBS, Penanganan P3K, Pengolahan Toga dan Toga.

“Tentunya diharapkan dari lomba sekolah sehat ini tidak hanya dilaksanakan di sekolah saja. Melainkan dapat displikasikan di rumah sendiri sebagai bagian dari penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” ujarnya. (ags/humas-dps/bpn)